Data Ekonomi Mengecewakan, Indeks Dolar AS Terkoreksi

Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih terkoreksi pada perdagangan pertama pekan ini, Senin, 15 Mei 2017, menyusul rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan sehingga menimbulkan keraguan tentang apakah The Federal Reserve akan bersikap hawkish hingga akhir tahun ini.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,06 persen atau 0,064 poin ke 99,188 pada pukul 07.30 WIB. Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,10 persen atau 0,095 poin di level 99,157, setelah pada perdagangan Jumat ditutup melemah 0,37 persen di posisi 99,252.

Dolar melemah setelah indeks harga konsumen inti AS naik 1,9 persen (y-o-y) pada April atau kenaikan terkecil sejak Oktober 2015. Sementara itu, para ekonom dalam survey Reuters memprediksi angka inflasi akan tetap di posisi 2 persen.

Tak hanya itu, data penjualan ritel AS dilaporkan naik 0,4 persen pada bulan lalu. Meski lebih besar dari revisi kenaikan pada Maret yang tercatat 0,1 persen, angka tersebut lebih kecil dari ekspektasi para ekonom dalam survey Reuters untuk kenaikan sebesar 0,6 persen.

Prediksi penaikan lanjutan suku bunga acuan The Fed (Fed Funds Rate/FFR) sebanyak dua kali hingga akhir tahun ini pun turun menjadi sekitar 49 persen, dibandingkan dengan 54 persen sebelum rilis data penjualan dan indeks harga konsumen.

“The Fed kemungkinan masih akan melakukan dua kali penaikan lanjutan tahun ini, namun urgensi untuk bersikap dan memberi pernyataanhawkish atas langkah mereka menjadi meragukan,” ujar Richard Franulovich, senior currency strategist dari Westpac Banking Corp di New York, seperti dikutip Reuters.

Menurut Greg Anderson, global head of foreign exchange strategy dari BMO Capital Markets di New York, data inflasi yang dirilis Jumat menekan dan mengecewakan dolar, sebagian karena data impor AS pada April dan harga produsen yang dirilis sebelumnya menunjukkan hasil yang kuat.

Sementara itu, nilai tukar yen Jepang pagi ini terpantau bergerak stagnan di posisi 113,34 per dolar AS pada pukul 07.40 WIB, setelah dibuka menguat 0,16 persen di posisi 113,16.