Edukasi Isi Piringku Untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Balita Dengan Pangan Lokal

KORANBANTEN.COM- Pasca tsunami selat sunda banten, Dinas Kesehatan Provinsi Banten menggelar kegiatan sosial dalam rangka memberikan edukasi kesehatan bagi para korban bencana di Majlis ta’lim Karabohong. Rabu (02/01/2018).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Provinsi Banten Akhmad Darajat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang. Raden Dewi Sartiani beserta Kabid Kesmas Kabupaten Pandeglang Eni dan Kepala Seksi tiara lutfi adalah kasie Kesga dan gizi Dinkes Banten.

Pada kesempatan tersebut Akhmad Derajat mengatakan kegiatan yang digelar berupa edukasi di tempat pengungsian di Majlis Ta’lim Karang Bohong Labuan dengan memberikan edukasi tentang perawatan ibu hamil menjelang persalinan, penyuluhan tentang gizi, PHBS dan pengelolaan pangan lokal.

“Dengan memberikan makan untuk ibu hamil dan balita dengan kandungan gizi 500 kalori untuk satu kali makan terdiri dari karbohidrat berupa nasi kurang lebih 100 gram kemudian ada protein hewani, sayuran dan setelah pulang ke rumah mereka mengerti cara mengolah makan yang sehat untuk ibu hamil dan balita,” ujar Ahmad Darajat.

Disamping itu lanjut Akhmad Derajat, pihanya juga memberikan paket untuk kebutuhan mandi bagi korban tsunami yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan dan WHO, diberikan kepada 150 ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita.

“Memang salah satu terobosan kita sehingga ibu-ibu di pengungsian dapat merawat dirinya sendiri atau minimal dapat menerapkan PHBS. Bantuan yang diberikan berupa handuk, sabun, sampo, gayung, sikat gigi dan pasta gigi serta kebutuhan mandi ibu hamil dan balita,” jelas Ahmad Darajat.

Akhmad Derajat juga menghimbau agar tenaga kesehatan baik dari provinsi atau pandeglang, dapat selalu memperhatikan dan memantau kesehatan masyarakat korban tsunami.

“Diharapkan informasi yang disampaikan dapat dipahami dan mereka dapat melakukan kebersihan serta untuk ibu hamil dapat memeriksakan kehamilan di puskesmas atau posyandu setempat,” tandasnya.

“Saya sampaikan bahwa selama kehamilan minimal harus melaksanakan cek kesehatan selama 4 kali ke puskesmas,” tutup Ahmad Darajat.

Sekedar informasi, kegiatan yang digelar Dinkes Banten ini, dihadiri 150 ibu hamil dari 203 ibu hamil terdampak tsunami dan bayi 103, balita 606 orang. Dalam kegiatan ini juga distribusikan biskuit untuk ibu hamil sebanyak 50 dus serta biskuit balita 275 dus.(Aang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *