Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Tidur dan Efek Tidur Berlebihan

Koranbanten.com – Banyak peneliti yang membahas tentang gangguan kesehatan akibat kurang tidur, hanya sedikit yang membahas tentang sebaliknya, yaitu efek tidur berlebihan. Studi terbaru menemukan bahwa kurang tidur dan terlalu banyak tidur meningkatkan inflamasi, respon kekebalan tubuh dapat menyebabkan obesitas, sakit kronis, depresi dan diabetes, ditambah dengan kadar tembaga dalam darah.

Para peneliti menguji konsentrasi serum mikronutrien, terutama lembaga dalam darah orang-orang yang tidur berlebihan. Mereka menemukan bahwa tingginya kadar tembaga berkaitan dengan panjangnya durasi tidur. Kadar tembaga dalam darah dapat mengindikasi berbagai hal tentang kesehatan kita, misalnya, orang dewasa memiliki sekitar 50-80 miligram dalam tubuh mereka. Tembaga bisa membuat melanin, tulang dan jaringan ikat.

Konsentrasi erum mikronutrien dihubungkan dengan penurunan fungsi fisik dan kesehatan pada orangtua.
Gaya hidup seperti diet dan olahraga dapat mempengaruhi kadar tembaga, pemusatan mikronutrien dalam tubuh. Terlalu banyak tembaga yang menjadi racun bagi organ, membunuh sel hati dan mematikan sistem saraf dan bisa mengganggu keseimbangan dalam zinc dan besi di dalam tubuh.

Tinggi konsentrasi serum tembaga dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan stress. Hubungan antara konsentrasi serum tembaga dan durasi tidur bertahan secara indenpenden dari penyakit kardiovaskular. @Ani Susanti