Gaya Hidup Karena Kurang Bergerak

Koranbanten.com – Gaya hidup kurang bergerak adalah salah satu risiko terjadinya penyakit diabetes. Hal itu bukan Cuma terjadi karena faktor kegemukan, tapi berkaitan dengan otot-otot yang jarang digunakan. Penyakit diabetes terjadi karena terganggunya pankreas sehingga tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak bisa memproduksi insulin karena yang diperlukan untuk memasukkan gula darah ke dalam sel.

Aris Wibudi, Sp.PD, pankreas adalah korban dari berbagai kondisi. Semua terjadi karena gangguan fungsi otot, jaringan lemak dan liver. Jakarta (21/9/2015). Ia mengatakan bahwa otot yang jarang digunakan akan menjadi kecil. Otot adalah penyangga metabolik utama. Makin bagus otot, makin baik metaboliknya. Otot tidak perlu besar seperti binaragawan. Tapi proporsional.

Kemampuan otot dalam menyerap gula darah sangat bergantung pada massa otot. Jika otot kita kecil akibat jarang dipakai, maka gula yang terserap akan terganggu. Kalau kita jarang bergerak, terjadi kelebihan energi yang akan diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam rongga perut. Orang yang jarang memakai otot biasanya lemak diperutnya bertambah.

Lemak yang diperut berdampak buruk bagi tubuh karena lemak menghasilkan zat-zat yang merusak atau pro inflamasi. Dampak yang terlihat yaitu asam urat tinggi, kadar trigliserida diatas 100 dan kadar kolesterol baik (HDL) kurang dari 35. Semakin banyak lemak, makin tinggi zat-zat yang merusak, termasuk di otot sehingga akhirnya mengganggu fungsi insulin. Tidak perlu beraktifitas fisil yang berat untuk membentuk massa otot, yang penting teratur 5 kali dalam seminggu, durasi sekitar 30-45 menit tergantung pada denyut nadi. @Ani Susanti