Gubernur Banten: Tata Kelola Banten Lama Saat Ini Miss Management

koranbanten.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) untuk dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022, Selasa (20/06).

Dalam sambutan Gubernur Banten Wahidin Halim akan memprioritaskan penataan Kawasan Banten Lama serta memperbaiki seluruh infrastruktur yang ada di Provinsi Banten. Wahidin juga menyinggung tentang Kawasan Banten Lama yang miss management, saat ini dipenuhi oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) sehingga terlihat makin kumuh dan kurang tertata dengan baik.

“Tata Kelola Banten Lama yang Miss Management harus segera dibenahi. Selain itu, Kawasan Banten Lama saat ini dipenuhi aksi premanisme sehingga beberapa waktu lalu, tamu-tamu dari Afrika Selatan (Keturunan Syaikh Yusuf, Mufti di Masa Sultan Ageng Tirtayasa) yang berziarah dan tamu-tamu dari tempat lainnya banyak yang kecewa. Kawasan maqbaroh dan masjid terlihat sangat kumuh dan ini harus segera dibenahi,” katanya.

RPJMD merupakan bagian pertahapan pelaksanaan pembangunan lima tahunan yang harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2005-2025, RPJMN tahun 2015-2019 dan RTRW tahun 2010-2030.

“Saya ingin membangun pemerintahan untuk rakyat dan dari rakyat. Ayo sama-sama kita membangun Banten yang kita cintai,” tegas Gubernur.

Gubernur Wahidin juga berkomitmen bersama KPK untuk memberantas praktik korupsi di lingkungan Pemprov Banten. “Kita putus mata rantai korupsi, jangan sampai ada hari ini dan kedepan mata rantai korupsi itu membuat Banten tertinggal,” ujarnya.

Dalam acar Musrenbang tersebut turut dihadiri oleh Sultan Banten XVIII RTB. Hendra Bambang Wisanggeni Soertaatmadja. (Fajrin)