Hadapi MEA DBMTR Tingkatkan SDM Konstruksi Yang Handal

koranbanten.com – Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten menggelar kegiatan Seminar dan Forum Jasa Kontruksi Daerah (FJKD) Provinsi Banten Tahun 2015, di Hotel Le Dian Kota Serang, Senin (09/11).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten Rano Karno, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten Widodo Hadi, Wakil Ketua LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Provinsi Banten Ade Mahfudin, Guru Besar Institut Teknologi Bandung Prof. DR. Ir. Rizal R. Tamin, Kasubdit Usaha Jasa Konstruksi Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PU-PERA RI Dr. Ir. Putut Maharyudi, MM, Kasubdit Konstruksi Berkelanjutan Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PU-PERA RI Ir. Anita Tambing, M.Eng, Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Banten Ir. Iing Suwargi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten H. E. Kosasih Samanhudi, S.Pd, MM, M.Si.

Kegiatan ini mengambil tema “Penguatan Peran Kelembagaan dan Dukungan Pemerintah Dalam Penyediaan Sumber Daya Manusia Konstruksi Yang Profesional di Provinsi Banten”.

Pengambilan tema ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam penyediaan sumber daya manusia konstruksi yang handal di Provinsi Banten serta dalam kegiatan pemerintah khususnya Provinsi Banten untuk menghadapi persaingan usaha Masyarakat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Widodo Hadi.

Widodo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Forum Jasa Konstruksi Daerah ini dalam upaya menampung aspirasi masyarakat terkait jasa konstruksi. Aspirasi atau masukan dari masyarakat tersebut sebagai upaya tertib administrasi jasa konstruksi, serta upaya perbaikan dalam pelayanan jasa konstruksi.

“Nanti ada rekomendasi dan masukan bagi pemerintah,” kata Widodo Hadi.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Banten Ade Mahfudin mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk memberikan kontribusi yang besar bagi jasa konstruksi di Banten. Namun demikian, pihaknya juga memiliki keterbatasan dan persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus dipecahkan bersama.

“Persoalan SDM kami selama ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan bersama, sehingga tidak sedikit pengusaha yang belum banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan konstruksi di Banten,” kata Ade.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Banten Rano Karno yang membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya, kembali mengingatkan kualitas pembangunan infrastruktur di Banten harus menjadi prioritas. Sebab, kalau kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi, maka menjadikan pembangunan infrastruktur terlihat asal jadi dan mudah rusak.

Rano menilai kegiatan seminar tersebut sangat penting namun agak terlambat karena sekarang Banten ada di ujung perubahan, satu bulan lagi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Untuk itu Gubernur Banten Rano Karno mengajak para pengusaha jasa konstruksi di Banten untuk bersama-sama meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dalam menghadapi persaingan, salah satunya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Satu bulan lagi Masyarakat Ekonomi Asean, mau tidak mau akan kita hadapi. Kompetisi semakin ketat, perusahaan-perusahaan lokal tidak hanya akan bersaing di tingkat lokal dan nasional, tapi sudah Internasional, terutama dalam memasuki MEA nanti,” kata Rano

Rano berharap dengan diadakannya kegiatan tersebut dapat menyatukan visi antara pemerintah dan pelaku jasa kontruksi dalam menggali berbagai potensi yang ada di Provinsi Banten.

 “Yang ingin saya harapkan dari pertemuan ini adalah kita buka visi kita. Banten ini punya potensi yang tertidur cukup lama.Sekali lagi saya ucapkan selamat datang di Provinsi Banten. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah saya bangga dengan diselenggarakannya acara ini,” harapnya.