Hal yang Tidak Dijelaskan Agen Soal Asuransi Pendidikan

Asuransi lagi asuransi lagi. Mungkin beberapa dari anda berpikir seperti itu. Namun toh tetap saja banyak yang salah membeli asuransi. Berdasarkan data yang dihimpun oleh AAM&Associates, dari 10 orang yang berkonsultasi polis asuransi, polisnya salah!

Lalu apakah yang paling sering salah? Tentu saja asuransi jiwa. Loh kok judulnya asuransi pendidikan malah ngomongin asuransi jiwa? Let’s check it out!

Asuransi Pendidikan itu sebenarnya tidak ada
Asuransi jiwa menanggung kerugian finansial yang timbul dari hilangnya jiwa seseorang. Asuransi kesehatan menanggung biaya finansial yang muncul akibat menurunnya kesehatan seseorang. Asuransi kendaraan menanggung kerugian finansial yang muncul akibat rusak dan/atau hilangnya kendaraan seseorang. Tetapi apakah asuransi pendidikan menanggung kerugian finansial yang muncul akibat hilangnya pendidikan seseorang? Tidak bukan?

Definisi asuransi pendidikan berbeda dengan seluruh definisi asuransi lainnya. Agen pasti mengatakan asuransi pendidikan adalah produk yang menjamin pendidikan anak. Padahal fungsi produk asuransi adalah menanggung kerugian. Asuransi jiwa tidak menjamin jiwa seseorang, asuransi kesehatan tidak menjamin kesehatan seseorang, dan asuransi kendaraan tidak menjamin kendaraan seseorang. Anda harusnya paham ini.

“Iya mas, maksudnya menjamin pendidikan anak jika orang tuanya meninggal”. Loh itu kan definisi asuransi jiwa! Tanggung jawab yang ditanggung oleh asuransi jiwa tidak hanya tanggung jawab nafkah, tetapi bisa juga tanggung jawab pendidikan anak, utang, waris, dan lain-lain yang kemungkinan besar tidak dijelaskan oleh agen asuransi anda.

Jadi apakah sebenarnya asuransi pendidikan itu? Asuransi pendidikan sebenarnya adalah asuransi jiwa yang memiliki investasi dan/atau nilai tunai. Anda pun bisa membuat asuransi pendidikan sendiri dari asuransi jiwa yang sudah ada.

Tidak sesuai dengan kebutuhan dana pendidikan anak anda
Perencanaan dana pendidikan yang baik tidak hanya merencanakan uang masuk sekolahnya saja, namun juga mencakup spp, buku, dan biaya jajan/kos. Lalu setelah biaya tersebut ditotal, biaya tersebut harus dihitung ulang dengan mempertimbangkan inflasinya. Ya, biaya pendidikan Rp 20 juta tahun ini tidak sama ketika anak anda mulai masuk sekolah. Oleh karena itu, anda tidak bisa merencanakan dana pendidikan untuk masa depan dengan acuan biaya yang ada saat ini.

Lalu bagaimana kah agen anda dalam merencanakan asuransi pendidikan anda? Apakah anda diberikan hitungan detil terkait kebutuhan pendidikan anak anda? Hitungan detil itu harus termasuk dengan inflasi yang sesuai ketika anak anda masuk sekolah. Jika anda tidak mendapatkan hal tersebut berarti anda membeli produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan dana pendidikan untuk anak anda.

Asuransi atau Investasi?
Ketika anda membeli asuransi pendidikan, premi yang anda bayarkan sebenarnya dipisahkan untuk asuransi dan investasi. Pertanyaannya adalah, apakah agen anda berdiskusi dengan anda terlebih dahulu terkait porsi asuransi dan investasi pada preminya? Biasanya agen hanya memberikan ilustrasi hasil investasi, padahal ilustrasi tersebut tidak pas karena menggunakan asumsi premi 100% untuk investasi.

Lalu fungsi apakah yang paling anda butuhkan? Asuransi atau investasi? Jika anda bilang dua-duanya, maka anda hanya akan mendapat perlindungan asuransi dan hasil investasi yang berkurang lebih dari setengahnya!

Asuransi pendidikan justru akan membuat anda lebih bingung lagi untuk menentukan berapa besarnya porsi asuransi dan investasi. Selain anda tidak tahu berapa besar porsinya, jika anda membeli asuransi jiwa dan berinvestasi secara terpisah dengan ilustrasi yang sama dengan asuransi, anda bisa mendapatkannya dengan biaya yang jauh lebih murah. Ingatlah bahwa ada biaya di luar asuransi dan investasi yang besar di dalam asuransi pendidikan.

Sudah mengerti kan? Atau semakin bingung? Kalau bingung lebih baik belajar lebih detil lagi. Ke mana? Saat ini terdapat beberapa workshop yang kami rekomendasikan. Menyambut Ramadan ini maka tema workshopnya adalah Keuangan Syariah (hanya setahun sekali). Kelasnya adalah sebagai berikut: Perencana Keuangan Syariah 9-11 Juni Info di sini https://bit.ly/RIFA0517, Mengelola Keuangan Keluarga Islami 17 Juni info di sini https://bit.ly/IARFC-PMSY, Berinvestasi pada produk keuangan Syariah 18 Juni, info di sini https://bit.ly/IARFC-IVS atau buka di www.IARFCIndonesia.com.