Harga Cabai di Kota Serang Merangkak Naik

KORANBANTEN.com – Cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa hari terakhir memicu terhambatnya pasokan cabai mengakibatkan harga komoditas cabai merangkak naik. Cabai merah keriting di pasar Rau Kota Serang kembali meroket hingga menyentuh Rp65.000/kg.

Salah satu pengecer di Pasar Rau, Mustofa mengaku harga cabai mulai merangkak naik sejak sepekan terakhir. “Yang naik itu cabai, apalagi cabai merah keriting sekarang Rp 65.000 per kilo gram dari harga Sebelumnya Rp 40.000 per kilo gram. Cabai banyak yang busuk ini karena cuaca ekstrem dan sering hujan,” ujarnya  (16/10/2016).

Mustofa melanjutkan, cuaca ekstrem itu juga membuat pasokan cabai merah keriting di pasar menurun. Selain itu, beberapa jenis cabai lainnya yang mengalami kenaikan antara lain, Cabai merah biasa yang sebelumnya Rp 42.000 per kilo gram kini naik menjadi Rp 55.000 per kilo gram. Cabai rawit Hijau sebelumnya Rp 17.000 per kilo gram, kini naik menjadi Rp 23.000 per kilo gram.

“Untuk cabai rawit merah dan bahan pokok lain juga masih stabil,” katanya

Sebelumnya, hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Adrian Mungi mengatakan, berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan di tiga pasar yakni pasar Rau, pasar Serang Plaza dan pasar Kepandean, harga bahan pokok dan harga barang penting yang mengalalami kenaikan adalah komoditas cabai, sedangkan bahan pokok lainnya masih stabil.

Adrian memaparkan, untuk cabai rawit hijau per kilo gram mengalami kenaikan sebesar 21% atau naik Rp 3.667, untuk cabai merah keriting per kilo gram naik 46% atau naik Rp 19.333, dan cabai merah biasa naik 24% atau naik Rp 10.000.

“Rata-rata harga cabai rawit hijau Rp 21.000, cabai merah biasa Rp 52.000, dan cabai merah keriting mencapai Rp 61.000. Sementara cabai rawit merah tidak mengalami kenaikan,” paparnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga komoditas tersebut dipengaruhi oleh distribusi barang ke pasar berkurang karena keterlambatan pengiriman. “Bukan Karena kosong, tapi karena telat, serta adanya penurunan kualitas karena banyak yang busuk,” ujarnya. @ARY