Lippo Cikarang Raih Pendapatan Rp869 Miliar

koranbanten.com – PT Lippo Cikarang Tbk meraih pendapatan Rp869 miliar pada semester I tahun 2016, sebagian besar (44 persen) disumbang dari pendapatan divisi residensial.
“Divisi residensial menyumbang pendapatan Rp381 miliar (44 persen), industri dan komersial Rp360 miliar (41 persen), recurring income Rp128 miliar (15 persen),” kata Presiden Direktur LPCK, Toto Bartholomeus di Jakarta, Rabu.
Sedangkan laba komprehensif, menurut Toto mencatat Rp354 miliar pada semester I 2016.  EBITDA Perseroan untuk semester pertama 2016 tercatat sebesar Rp387 miliar, 24 persen lebih rendah dari tahun lalu sebesar Rp512 miliar.
Kemudian, total aset LPCK dilaporkan tumbuh dari Rp5,47 Triliun menjadi Rp5,58 triliun.
Toto Bartholomeus mengatakan menghadapi tantangan terhadap turunnya makro ekonomi Indonesia, serta turunnya daya beli konsumen, ditambah meningkatnya persaingan pasar properti terutama di sektor pencakar langit, LPCK tetap bekerja keras menyiapkan proyek Orange County.
Orange County merupakan proyek pengembangan kawasan di Cikarang Jawa Barat  seluas 322 hektar yang dipersiapkan sebagai proyek berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan.
Proyek ini diharapkan diharapkan dapat menyatukan ribuan usaha yang tersebar di area segitiga emas kawasan industri Cikarang, ujar Toto.
Saat ini , LPCK telah memulai penjualan priority pass untuk Tower terbaru , Newport Park,  apartemen pintar pertama yang dikerjasamakan dengan Mitsubishi Corporation.
Lippo Ckarang saat ini merupakan kawasan perkotaan yang mandiri dengan berbagai fasilitas kota bertaraf International seluas sekitar 3.000 hektar dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi.
LPCK telah berhasil membangun Lippo Cikarang diantaranya terdapat lebih dari 14.000 hunian, populasi 47.700 orang dan 448.000 orang yang bekerja setiap hari disekitar 920 perusahaan manufaktur tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.
LPCK merupakan anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). LPKR merupakan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan, yang tercatat di BEI, dan didukung oleh land bank yang serta recurring income yang solid.
Bisnis LPKR meliputi residensial/ township, retail malls, hospitals, hotels, dan asset management. @DF