Makam Gajah Barong, Makam Sejarah Yang Butuh Perhatian

Koranbanten.com – Desa Cileles yang terletak tak jauh dari Pemerintahan Kabupaten Tangerang, di mana di desa tersebut terdapat makam keramat yakni Makam Gajah Barong yang kondisinya sangat memprihatinkan apalagi akses menuju ke makam tersebut yang masih banyak jalan berlubang.

Juru Kunci, Makam Gajah Barong, Mbah Songgo (40), mengatakan kalau pada Tahun 2015 lalu, pihak Prasarana Umum (PU), Bina Marga, Sumber Daya Alam (SDA) dan Pengarian sudah pernah melakukan peninjauan dan pengukuran, namun sekerang belum juga ada tanda-tanda akan ada pembangunan.

“Saya berharap pihak Pemkab Tanngerang segera melakukan perbaikan, karena yang datang ke sana ada puluhan orang, dari berbagai daerah, tidak hanya dari pulau Jawa saja,” terangnya saat ditemui koran Banten.com,Senin (12/12).

Songgo, mengisahkan, area makam Gajah Barong menjadi saksi sejarah berdirinya Kecamatan Tiga Raksa, karena di sini ditemukan ada tiga kayu saling menusuk, diperkirakan umurnya sudah berabad-abad.

“Kayu tersebut memang anehnya, karena satu batang, tapi tiga jenis, dahan yakni Mangga, Madang Batu, Gambiran, dahan-dahannya saling menusuk. “Makanya Tiga Raksa itu berawal dari kata tiga rasa, satu pohon kayu tapi ada tiga jenis,” beber Mbah Songgo (40).

Songgo mengisahkan, Makam Gajah Barong ini dulunya berada di Desa Bantar Panjang, namun karena pemekaran, kini berada di Desa Cileles Kecamatan Tiga Raksa.

Harapan perbaikan bukan hanya datang dari Mbah Songgo sang juru kuncen, harapan juga datang dari orang berziarah, salah satunya turem seorang ibu yang kebetulan sedang berziarah (38), mengatakan, kalau makam tersebut ramai dikunjungi orang, untuk berziarah, karena tempat tersebut, masih memiliki keramat yang luar biasa, terutama bagi orang yang naik pangkat, cari kerja dan hajatan. (Oki/Raja).