Menjadikan Pasar Rakyat Sebagai Area Wisata

koranbanten.com-Kepala Bidang Perdagangan dan Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi dan Pasar (Perindagkopas) Kabupaten Pandeglang, Utom Bustomi dalam keterangan persnya mengatakan. Bahwa Pasar seharusnya tidak hanya menjadi area atau tempat bertransaksi jual beli saja. Akan tetapi, pasar juga diharapkan bisa menjadi area atau tempat berwisata, baik itu wisata kuliner, wisata belanja, ataupun wisata rekreasi atau bermain. Hal tersebut bisa terwujud, bila keberadaan pasar itu sendiri tertata dengan baik, dan bersih.

“Seharusnya, pasar rakyat atau yang biasa di sebut sebagai pasar tradisional, bisa bersaing dengan pasar-pasar moderen, yang dewasa ini semakin menjamur di setiap wilayah. Hal ini bisa terwujud bila penataan pasar rakyat ini dilakukan dengan benar dan tertata dengan baik. Bahkan bukan hal yang mustahil, menjadikan lokasi pasar tidak hanya sebagai area transaksi jual beli saja, akan tetapi bisa menjadi area wisata yang bisa ternikmati kenyamanannya,” harap Utom.

Dikatakannya juga, bahwa Disperindagkopas Kabupaten Pandeglang, sebenarnya memiliki harapan yang menjadi sebuah rencana. Nanti kedepannya kawasan pasar rakyat yang saat ini ada di jantung kota Kabupaten, bisa terelokasikan ke tempat yang disiapkan Pemkab, yang sebelumnya ditata terlebih dahulu seperti pasar moderen, namun sistem transaksinya tidak lepas dari pasar rakyat, yang merupakan akan budaya dari masyarakat kebanyakan.

“Pasar rakyat, atau pasar tradisional, adalah contoh perdagangan yang sebenarnya sangat baik, dimana disitu ada transaksi jual beli hasil dari kesepakatan si penjual dan si pembeli, karena memang dalam transaksinya terjadi tawar menawar. Maka dari itu, akar budaya itu diharapkan tidak hilang, hanya saja lokasi dan tempat berjualan mereka yang harus dikelola dan di tata dengan baik, sehingga tidak kalah dengan pasar moderen,” tambahnya.

Menurut Utom, pada dasarnya keinginan tersebut bisa saja terealisasi bila saja Pemkab pandeglang mau menyediakan lahan (tanah-red) untuk pembangunan pasar rakyat tersebut. Karena memang sesuai dengan cita-cita Presiden RI, bahwa pasar rakyat adalah akar budaya bangsa Indonesia, maka dari itu. Sebenarnya banyak program bantuan untuk membangun pasar rakyat, bila saja Pandeglang memiliki lahan yang cukup serta strategis untuk lokasi pasar tersebut.

“Sebenarnya banyak program dari kementrian, atau dari Pejerintah Pusat untuk membangun pasar rakyat tersebut. Hanya saja Pandeglang harus berani dan mau menyediakan tempat untuk lokasi dibangunnya pasar tersebut, atau menyediakan lahannya. Sehingga kedepan, pasar-pasar rakyat bisa lebih banyak ketimbang pasar tradisional. Dimana penataanya, kenapa tidak kita buat seindah dan serapih mungkin, sehingga bukan saja untuk tempat transaksi, juga sebagai tempat wisata, sehingga pasar rakyat tidak kalah bersaing dengan pasar moderen,” tambah Utom Bustomi