Mubes Masyarakat Maluku di Banten

Koranbanten.com – Melihat dari sejarah, perhimpunan masyarakat Maluku seperti Sarekat Ambon telah menjadi bagian dari sejarah Nasionalisme Indonesia sebelum Indonesia merdeka, selain itu keterlibatan Maluku melahirkan Indonesia Merdeka melalui “Jong Ambon” menegaskan rasa nasionalisme masyarakat Maluku itu sendiri. Demikian disampaikan Mayjen TNI (Purn) Max Tamaela pada Musyawarah Besar Masyarakat Maluku di Provinsi Banten yang diselenggarakan di Istana nelayan Tangerang (13/9).

Menurut Max, realitas saat ini Provinsi Maluku tidak menjadi perhatian dalam kebijakan pemerintah dalam pembangunan, dan berdasarkan Survey BPS tahun 2013 bawa Maluku provinsi ketiga termiskin di Indonesia. “Untuk itu kegiatan Musyawarah Besar masyarakat Maluku ini dalam rangka konsolidasi ke-Malukuan dan memberikan gagasan atau pemikiran kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan kebijakan public dan pelayanan public yang pro Kepualauan,” ujar Max.

Selama ini kata Max, pemerintah pusat berorientasi kedaratan dengan mengabaikan provinsi kepulauan yang lautnya lebih luas dari daratan. “Pendekatan pembangunan ini tercermin dalam pembagian anggaran pembangunan yang jumlahnya anggarannya didasarkan pada tingkat kepadatan penduduk di daratan bukan pada tingkat penyebaran penduduk di pulau-pulau kecil tersebar,” jelasnya.

Max mengatakan tujuan dari Mubes ini bagaimana menciptakan dan meningkatkan peluang bantuan dari pemerintah pusat untuk percepatan-percepatan pembangunan masyarakat Maluku serta keterlibatan anak negeri Maluku dalam pemerintahan pembangunan nasional.

Acara Mubes masyarakat Maluku di Provinsi Banten dihadiri lebih dari 50 tokoh masyarakat Maluku di provinsi Banten, dengan narasumber Prof. DR. Tonny Pariela, Myjen TNI (Purn) Max Tamale, Anggota DPRD Provinsi Banten Heri Rusmawaatie.@WIRI