Ngariung Sasarengan PHRI Provinsi Banten

koranbanten.com – PHRI ini sebenarnya pengantin, karena dia yang harus dijual indonesia ITX bekerja saama dengan kementrian teklkom. “Tapi sekarang PHRI sudah seperti ote  digital marketing, membuat paket sendiri, menjual sendiri dan kami lebih banyak memakai  online market serta terobosan digital marketing,” jelasnya.

Pembenahaan Object-object wisata menjadi daya tarik Special Interest Minat Khusus. Dalam mengimbangi fokus centre baik Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Daerah 10 Destinasi, Salah satu di Banten seperti Tanjung Lesung. Jagan sampai terulang lagi seperti Pantai Salira Indah merupakan Pantai primadona dulunya.

Dari tahun 70an, Demikian Juga Pantai Pulorida. Setelah muncul pantai Anyer dipermukaan pesatnya investasi dikawasan Anyer. Tengelam begitu saja hilang dimakan waktu alias ditinggalkan.

Dijelaskan Ashok, setiap wilayah yang berada di Banten dapat dijadikan destinasi wisata. Setiap wilayah memiliki potensi wisata masing-masing.

“Kota Cilegon dapat menjadi pariwisata industri, Tanggerang menjadi wisata belanja atau wisata medical, Serang menjadi wisata Religi, untuk wilayah Anyer wisata Marine, Pandeglang cocok untuk agrowisata dan Ujung Kulon wisata suka alam,” Imbuh Ashok kepada Koranbanten.com.

Selain itu disampaikan Ashok, Banten harus mempunyai linemark  wisata sendiri dengan berani melakukan branding, dengan itu orang akan mengetahui apa saja objek wisata yang berada di wilayah Banten.

Selain itu dikatakan, Ashok,  dibutuhkan peran dari berbagai pihak untuk memajukan pariwisata Banten terutama pemerintah daerah. Infrastruktur adalah daya gedor untuk memajukan pariwisata dan akses-akses untuk ketempat wisata semakin mudah. Seperti sekarang kabupaten Serang membuika lingkar anyer jalan yang berujung di desa cibaru, jalan lingkar anyer rencananya akan dibangun dan pihak  phri menyambut gembira kabar ini.

Demikian juga kini kawasan Anyer, Cinangka, dan Carita harus berbenah dalam membagi. Contoh saat nusa dua Bali dicanangkan menjadi daerah khusus dan exclusive kuta berbenah dengan membangun BEACH WALK dan WISATA BUATAN seperti Taman Safari dan lainnya, ini baru namanya mutual benefit. Jangan sampai muncul satu ,mati satu, itu namanya kemunduran. Oleh karena itu Banten harus berbenah memiliki blue print yang dapat diakses oleh semua insan stakeholder pariwisata. Apalagi jarak tempuh aksesibilitas KE KEK TL akan dilengkapi dengan tiga Tol. Yaitu Tol darat, Tol laut dan Tol Udara.

Kemudahan-kemudahan ini yang harus dipercepat dikawasan Anyer dan Cinangka, mengingat sementara ini, kontribusi PAD PH dan PR Kabupaten Serang dari tahun ketahun masih dominan yang tertinggi paling banyak di daerah pesisir

untuk itu, Ia berharap, pemerintah harus dapat fokus  membenahi pariwisata di obyek –objek wisata alam untuk menjadi daya tarik wisatawan nusantara maupun mancanegara (turis), Dimana peran stakeholder sekarang sangat menuai kiprahnya dalam membangun kebersamaan pariwisata umumnya Provinsi Banten dan khususnya Kabupaten dan Kota. seperti HPI – Balawista – ASPPI – Asita – Asperapi – ASIPPA dllnya sangat antusias padat dan penuh degan program program.

Harapan kami dari PHRI jagan pernah bermimpi membangun Pariwisata Secara Sendiri Sendiri. Hindari mencari popularitas melainkan ciptakan Aktivitas bukan terlalu banyak Mart (objek dan budayanya). Melainkan membesarkan Object object wisata  dan kerbudayaanya begitu banyak pilihan yang bisa ditampilkan kepada turis, akan menjadi daya tarik wisatawan, dan perlu kita ketahui bersamabahwa di Banten belum ada segment market turis direct turis mancanegara, ada Captive Market Tourist yang regular and Nonstop Visit Banten.

Sehingga kalau hanya mengharapkan turis lokal/Nusatara selamanya akan tertinggal. Lihat dihari biasa tidak ada Turis yang wara wiri di kawasan Pesisir Pantai Anyer Carita Maupun di Pantai Lebak objek wisata budaya dan pantai terpanjang 500 km tidak kalah dengan yang lainnya. bagaimana mau maju pariwisata Banten kalau tidak ada Turis Mancanegara degan agenda rutin calendar of Destination. Makanya kami telah mengusulkan saat Renja Dengan DISPAR Banten agar berani mempositioning bahwa tahun 2018 itu adalah Visit Banten Year. Mengingat setiap daerah mempunyai Strength Point Masing-masing Kab/Kota tinggal di Kemas paketnya sehingg length of stay bisa panjang.

“Pariwisata bukan hanya tempat rekrasi semata, pariwisata adalah atraksi menjadi  dominan. Seperti   tour singkaran pulo bintan, pendapatan pulo bintang mernjadi naik,  Harus diadakan event-event yang menyentuh kepada pihak lain. Muatan lokal harus dapat ditonjolkan di daerah Banten karena kebudayaan ini akan menarik turis untuk berkunjung ke Banten selain objek wisata.

Banten harus berani muncul dipermukaan dan akan menjadi daya lirik semua Provinsi “ada apa ya kok Banten berani Sounding Visit Banten Year 2018”. Kalau tidak kita hanya sibuk membuat event menghabiskan anggaran untuk muatan eforia lokal terus tidak tersentu gara-gara adanya event bergulir wisatawan menginap or multiplier. Dan tidak dapat menghamburkan anggaran hanya untuk event2nya

Semoga sharing kami ini dapat menjadikan daya dukung kita cinta pariwisata propinsi Banten, kami percaya dan yakin kepada kadis pariwisata Banten, ibu neng walaupun  seorang wanita, yang baru menjabat dapat mewujudkan mimpi2 besar bersama agar Saling membantu sesuai poksi masing-masing begitu dinas-dinas yang terkait dan begitu juga pihak legislatif, yudikatif dan stakeholder   dalam menciptakan dari sapta pesona  pariwisita di Banten yang baru ditanggan beliau akan mewujudkan mimpi2 pariwisata banten  Go Digital marketing,  go Nasional and Go Internasional Market segment, pungkasnya. (Dimas/Wisnu).