PEMKAB SERANG RESMIKAN GERAI PANGAN LOKAL “Ni’Paloka”

untitledSERANG – Dalam upaya meningkatkan konsumsi pangan lokal utnuk hidup sehat aktif dan produktif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) meresmikan gerai pangan lokal yang di berinama Ni’Paloka (‘ini pangan local) di Jalan Abdul Fatah No 43, Cijawa, Kota Serang, Rabu (19/8/2015).

Gerai yang diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Lalu Atharussalam Rais yang ditandai dengan gunting pita, turut hadir Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BPKP) Banten Agus M Tauchid dan Kepala BP2KP Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto, para pejabat kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat, serta tim penggerak PKK Kabupaten Serang.

Dalam kesempatan itu Kepala BP2KP Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto mengatakan, gerai pangan lokal ini bertujuan untuk memfasilitasi hasil olahan para kelompok tani, serta dalam upaya memasyarakatkan pangan yang aman dan bergizi seimbang. Selain itu, dikatakan Budi, gerai panagan lokal ini juga merupakan pasar berbagai produk pangan lokal siap konsumsi yang dikelola oleh sembilan kelompok wanita tani (KWT) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Serang meliputi Kecamatan Baros, Pontang, Kibin, Kopo, Ciruas, Petir, Kramatwatu, Cikeusal, dan Tunjungteja. Kesembilan KWT tersebut merupakan binaan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Serang. “Tentunya dengan jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif, dan produktif. Para KWT juga mendapat pelatihan dan bimbingan soal pemanfaatan bahan baku dan pengemasannya,” tuturnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, gerai pangan lokal ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan bahwa di Kabupaten Serang terdapat pangan lokal yang dapat di kembangkan ke daerah wisata. Selain itu terkait keanekaragaman konsumsi panagn yang terus berkembang, diharapkan melalui gerai pangan lokal ini dapat memfasilitasi dan mendorong pola konsumsi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pokok beras.”Dengan gerai Ni’Paloka diharapkan dapat dapat meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras,” harapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BPKP) Banten Agus M Tauchid mengatakan, saat ini jumlah UMKM di Banten diatas 6000 dan 60 persen adalah sector pertanian, hal ini tentunya perlu di berdayakan karena gerai pangan lokal ini tujuannya untuk menekan konsumsi beras dan tepung. Karena, tingkat konsumsi berlebihan akan menjadi beban pangan di Indonesia.” Tahun 2013 skor pola pangan Banten 83 persen, sementara pusat 81 persen. Jika nilai skor pola pangan harapan tinggi maka nilai harapan hidup akan tinggi,” tuturnya.

Sementara itu ditempat yang sama Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Lalu Atharussalam Rais mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kreativitas sembilan KWT yang bersusah payah mengumpulkan energi, pikiran, semangat, serta biaya untuk menciptakan aneka ragam produk pangan olahan berbasis sumber daya lokal ini. Selain itu, Lalu juga mengapresiasi BP2KP yang mampu memotivasi KWT mengolah bahan baku panganan lokal menjadi produk hasil olahan yang siap saji dengan berbagai kemasan yang menarik. “Saya juga salut dan bangga karena gerai pangan lokal yang di beri nama Ni’Paloka ini dikelola dan dibiayai sendiri,” ucapnya.

Lalu menambahkan, dibukanya gerai Ni’Paloka sebagai upaya untuk memfasilitasi KWT dan pelaku usaha olahan penganan lokal dalam meningkatkan daya saing produksi penganan lokal yang sehat, aktif, produktif, serta bermartabat. “Produk tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna kimia, serta asal usul bahan bakunya juga jelas,” pungkasnya.