Penjualan BBM Turun, Masyarakat Diduga Sudah Malas Bawa Mobil

20140408bbm-subsidi-pasca-pemilu-070414-zk-2JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menyebutkan, pada semester pertama 2015 penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami penurunan sebesar 7,16 persen menjadi 30,07 juta kilolter (kl). Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, penurunan penjualan BBM disebabkan oleh penurunan konsumsi Premium umum dan penugasan serta Solar bersubsidi. “Tetapi produk pelumas Pertamina yang terus mempertahankan dominasinya di pasar domestik membukukan penjualan sekitar 230.000 kl,” kata Dwi di Kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2015).Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, volume BBM mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.


“Jadi saya bicara blakblakan. Premium belum ada yang lain yang jual di SPBU, itu drop juga. Apa orang-orang sudah malas pakai mobil, atau rapat di luar kota juga. Faktanya turun jauh sekitar 13 persen untuk premium. Secara total BBM dibanding kuartal II- 2014 ke 2015 turun 7 persen,” kata Bambang.

Mengenai pelumas, Bambang menuturkan, ada dua program yang membuat capaiannya meningkat. Yaitu kerja sama Pertamina dengan federal oil yang bisa meningkatkan volume, dan kedua ekspansi ke pasar Indochina.

“Akhir tahun lalu kita akuisisi LOPP di Thailand, dan itu sudah membuahkan hasil. Kita saat ini masuk pasar di Indochina tidak hanya di Thailand, tapi juga Myanmar, Kamboja,” tandasnya.

(Dian/Irwan)