Perhitungan PLN Persis dengan Perhitungan Faisal Basri

Koranbanten.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merespons pernyataan Menko Kemaritiman Rizal Ramli soal mafia token listrik. Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun melampirkan tulisan Faisal Basri, mantan ketua tim Reformasi dan Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) ketika dikonfirmasi soal perhitungan tarif pulsa listrik.

Ketika ditanyakan perihal perhitungan dari PLN sama persis dengan perhitungan Faisal Basri, Benny pun menjawab nya. “Data itu dari PLN, lalu diolah beliau (Faisal),” kata dia, Selasa (8/9/2015).

Namun di dalamnya Benny menjawab pertanyaan Faisal Basri. Dalam blognya, Faisal Basri menanyakan mengapa Dirjen Kelistrikan dan Dirut PLN yang hadir pada pertemuan dengan Pak Menko (Rizal Ramli) diam saja? “Karena memang rapat tersebut tidak sama sekali membahas tentang itu,” jawab Benny.

Kemarin Senin (7/9/2015), dalam konferensi pers Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basyir untuk menetapkan biaya administrasi maksimal untuk pulsa listrik. Sebab, kata Rizal, masyarakat pelanggan pulsa listrik sistem prabayar sering kali mendapat pulsa listrik jauh lebih rendah daripada nominal yang dibeli. @ss