Presiden Jokowi Serius Pecat Menteri yang Tak Capai Target Doing Business

KORANBANTEN.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak puas dengan peringkat kemudahan berusaha atau easy of doing business (EODB) Indonesia. Meski mengalami kenaikan peringat EODB dari 105 ke 91, orang nomor satu di Indonesia ini menilai peringkat Indonesia masih jauh dari harapan.

Menurut Sekretaris Kabinet (Sekskab) Pramono Anung, permintaan Presiden sangat serius. Pasalnya jika peringkat EODB Indonesia tidak di bawah peringkat 50 akan ada sanksi tegas yang telah disiapkan.

“Presiden mematok tahun depan (2017) harus di bawah 50. Kalau enggak menterinya diganti. Pak Gatot (Panglima TNI Gatot Nurmantyo) jadi saksinya,” tegas Pramono dalam acara Indonesiaisme Summit, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabut (10/12/2016).

Sekedar informasi, peningkatan peringkat kemudahan berusaha Indonesia berdasarkan hasil survei World Bank telah menunjukkan reformasi besar. Karena itu, Presiden Jokowi menargetkan posisi kemudahan berusaha Indonesia menjadi 40 pada 2017. @DF