SMA Negeri 1 Jawilan Terus Lahirkan Siswa Berprestasi

Koranbanten.com – Kondisi geografis suatu sekolah yang kemudian membedakan letaknya di tengah kota atau di pinggir kota, bukan secara otomatis akan membedakan prestasinya. Begitu pula dengan ‘input‘ yang masuk setiap ajaran baru. Tidak harus melulu mengharap siswa ajaran baru yang berprestasi untuk menjadikan sekolah berprestasi.

Namun prestasi itu terletak dari kegigihan dan semangat para gurunya. Di tangan gurulah seorang siswa akan mampu berbuat melampaui keterbatasannya dan terus menerus untuk berkarya. Secara sederhana teorema tersebut adalah ketika guru berprestasi dalam mendidik, hasilnya akan berbanding lurus dengan prestasi siswa. Baik secara akademik, maupun non akademik.

Upaya-upaya dalam menciptakan lingkungan prestatif yang tidak hanya mengharapkan faktor keberuntungan. Akan tetapi terus melakukan usaha maksimal dan pembenahan, inilah yang selalu dikumandangkan keluarga besar SMA Negeri 1 Jawilan Kabupaten Serang .

Seperti yang disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Jawilan, Drs, H. Rustomi Effendi, MM beberapa waktu lalu dihadapan para guru dan siswanya, bahwa hanya keinginan yang tak pernah pudarlah yang membuat kita terus berkarya meski dalam keterbatasan.

“Adalah keinginan tak pernah pudar dalam berkarya, yang membuat kita mampu berbuat melampaui batas-batas kemampuan meski dalam keterbatasan, bukan menjadi hambatan bagi kita untuk berkarya. Seperti yang dilakukan pahlawan-pahlawan kita, mereka mampu berkarya melampaui zaman dimana setiap manusia belum berfikir di zaman itu namun mereka telah mampu berbuat,” tutur mantan Kepala SMA Negeri 1 Jawilan ini.

Oleh karena itu, dengan kerja kolaborasi yang terus-menerus dilakukan oleh para guru, SMA Negeri 1 Jawilan, terus melahirkan siswa-siswa berprestasi. Prestasi disini bukan hanya pada sisi pembelajaran semata, tetapi mereka diberikan kreatifitas sehingga para siswa merasa asik dalam menjalankan rutinitasnya di sekolah.

Senada dengan ini semua, Rustomi juga menuturkan bahwa sebagai pendidik kita selalu dituntut tidak hanya memberikan pelajaran yang sifatnya tekstual semata. Tetapi juga membangun kreatifitas. “Dalam proses belajar mengajar, guru tidak hanya mengajari pelajaran yang sifatnya hanya berdasarkan teks tertulis di buku saja, tetapi guru harus terus meningkatkan semangat siswa melalui pengembangan kreatifitasnya, baik itu dalam pelajaran di kelas maupun di luar kelas, bahkan di luar sekolah sekalipun. Sehingga kreatifitas para siswa lebih tersalurkan. Karena dengan meningkatkan kreatifitas siswa, usaha menciptakan prestasi itu lebih mudah tercapai,” katanya.(JON)