SUWONDO : Masalah Kekeringan Perlu Sinergitas Semua Pihak

tnt-dandim-serang-letkol-inf-suwondo-1-150x150SERANG Masalah kekeringan di kabupaten Serang dinilai sudah sangat memprihatinkan, pasalnya masalah kekeringan tidak hanya berdampak pada kondisi pertanian namun juga sudah masuk pada ranah bencana karena masyarakat sudah sanagt sulit untuk mendapatkan air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Komandan kodim (Dandim) 0602 Serang Letkol Inf Suwondo selepas upacara peringatan HUT RI ke 70 tahun di alun-alun barat Kota Serang Senin, (17/08/15) mengatakan, belum lama ini pihaknya telah memantau debit air di bendungan pamaraian yang saat ini sudah sangat kritis yakni sudah di bawah 10 meter kubik.” yang paling konkrit yang kita ambil yaitu menggilir air, kita buka selama empat hari dan diharapkan air itu dapat mengalir sampai dengan kramat watu, kemudian setelah empat hari di arahkan ke wilayah lain, sehingga semuanya mendapatkan air,”tuturnya.


selain itu dikatakan Suwondo, dalam upaya mengatasi masalah kekeringan pihaknya juga telah mendatangkan tangki air untuk melakukan penyiraman serta membagikan air bagi masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih.”Di daerah saya ada dua yang paling memprihatinkan yakni daerah Kasemen dan daerah Kramatwatu, disana tidak hanya kekeringan namun masyarakat sudah tidak bisa mendapatkan air bersih untuk minum dan keperluan daprt, sehingga yang kita lakukan selain untuk menyiram kita juga membantu masyarakat untuk memberikan air bersih,”ungkapnya.

Lebih lanjut suwondo mengatakan pihkanya sudah menyampaikan kepada Pemkab serang, jika kekeringan ini sudah berdampak langsung kepada kehidupan masyarakat sehingga menurutnya, ini sudah menyentuh pada ranah bencana, menurutnya Dinas terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang harus ikut andil dalam mengatasi masalah ini. Sehingga, masalah kekeringan tidak di bebankan pada Dinas Pertanian saja melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang di sebut dengan sinergi.” Jika kita tidak melakukan program yang riil dan sistematis maka persoalan kekeringan yang tiap tahun kita hadapi akan terus terjadi tanpa ada solusi,”katanya.

Kemudian dikatakan Suwondo, pihaknya telah melakukan rapat dengan Kementrian Pertanian di, di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang membahas, akan ada aliran dana dari Pemerintah pusat yang di berikan kepad dinas Pekerjaan Umum di daerah sebesar lima triliun untuk di bagikan kepada dinas pertanian.” Jadi saat ini kami sedang melakukan inventarisir apa-apa yang di butuhkan oleh Kabupaten Serang, disana kita telah membuat konsep dan biaya yang di butuhkan bendungan pamarayan untuk kita lakukan normalisasi dan, ini merupakan upaya-upaya rill,” katanya.

Terkait antisipasi dan langkah nyata yang harus dilakukan Suwondo menyarankan, secara sitematis Pemkab Serang harus melakukan program penghijauan yang di lakukan di daerah resapan air sehingga berdampak panjang, dan program ini dilakukan untuk menahan air saat musim hujan sehingga pada musim kemarau akan memiliki cadangan air. Selain itu juga Suwondo menyarankan untuk tidak hanya melakukan pompanisasi, namun juga dilakukan pengeboran, dalam hal ini dinas terkait harus mengambil langkah daerah mana saja yang memang harus dilakukan pengeboran, karena untuk pompanisasi hanya dilakukan pada daerah yang memiliki air tidak dapat dilakukan pada daerah kekeringan seperti saat ini.”Itulah langkah-langkah konkrit yang kita usulkan dan pak Pjs (Hudaya Latuconsin) sangat mendukung, dan sudah mulai ada rencana aksi di lapangan,” ujarnya.

Kemudian untuk di Kabupaten Serang sendiri saat ini yang terkena dampak kekeringan sudah hampir 4000 hektar dan di kota sudah sekitar 340 Hektar, “ Kekeringan ini ada tingkatannya ada ringan,sedang dan berat dan yang berat itu sekitar 500 Hektar an,” tambahnya. (m.agus.s)