Teknologi Kamera Canggih Dilengkapi Konektivitas Wireless

Kamera rangefinder Leica M10 hari ini, Rabu (8/2/2017) resmi dipasarkan di Indonesia melaui acara peluncurannya di Senayan, Jakarta. Seri M Leica memiliki pangsa pasar di segmen Premium.

Oleh karena itu, Leica Store Indonesia menargetkan penjualannya kepada pengguna yang berada di level user experience. Hal tersebut diungkap oleh Direktur Leica Store Indonesia Bernard F Suwanto.

“Segemen utama mungkin para fotografer yang lebih mencari experience karena seri M ini kan manual system bukan otomatis, jadi bukan kamera yang buat action,” kata Bernard di sela acara peluncuran.

Sebagaimana diketahui kamera rangefinder yang memiliki sistem kerja manual tergolong sulit dioperasikan karena pengguna harus paham terlebih dahulu mengenai pengaturan ISO, shutter speed, dan apperture.

Oleh karena itu, Leica M10 menyasar pada fotografer yang telah terbiasa dengan sistem manual dan ingin merasakan pengalaman berbeda dan sensasi baru saat memotret. Namun demikian, menurut Bernard, hal itu tergantung pula kepada masing-masing pengguna.

“(Model) kamera ini sendiri tadinya sering digunakan untuk perang oleh karena itu bisa juga dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Dengan segmen pasar yang berada di level premium, strategi pasar Leica juga lebih mengandalkan pada loyalitas konsumen dengan penerapan teknologi terkini, seperti yang terdapat pada Leica M10.

Leica M10 diketahui telah dilengkapi dengan fitur konektivitas wireless yang kini banyak tersedia di kamera-kamera mirrorless. Fitur tersebut berguna untuk berkirim foto dan mengontrol kamera dengan menggunakan smartphone.

“Produk Leica saya kira saat ini lebih lebar, dalam artian mereka mengadopsi teknologi terkini dan mereka mengikuti zaman seperti halnya fitur wireless di M10. Jadi Bukan sesuatu yang kuno,” ungkap Bernard.

Sayangnya, saat ditanya soal jumlah pengguna Leica dan jumlah kamera yang terjual di Indonesia saat ini, ia enggan untuk berkomentar lebih.

“Indonesia kan luas ya, dan kami baru dua tahun ada di sini, jadi belum bisa memperkirakan berapa persentasenya saat ini,” pungkasnya. @OPIK