Titik Simpul Pergerakan Umat

Koranbanten.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), terhitung sejak kelahirannya pada 1947, selalu hadir dalam setiap perubahan sosial yang terjadi di Republik ini. Bersama organisasi kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung seperti PMII, GMKI, PMKRI, IMM, dan KAMMI, HMI senantiasa tampil di garda terdepan setiap momentum gerakan nasional.

Hal ini diilhami latar belakang berdirinya, terhitung tiga faktor yang sangat urgent saat itu. Pertama, HMI lahir dari faktor kebangsaan, yang saat itu kemerdekaan RI belum seutuhnya dirasakan. Kedua, kondisi keumatan yang sangat rentan dengan berbagai macam gejolak kepercayaan masyarakat, masih sangat jauh dari cita-cita ajaran Islam. Ketiga, persoalan kemahasiswaan yang cenderung apatis dengan kondisi bangsa.

Mengimplementasikan peran tersebut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas syariah dan Ekonomi Islam (Fesei) IAIN SMH Banten menggelar Dialog keumatan dengan tema “Peran Kader Umat dalam Membumikan Keutuhan NKRI” yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Istiqomah, Serang- Banten, Selasa (28/03/2017).

Acara tersebut dihadiri oleh Dosen IAIN SMH Banten Mufti Ali dan K.H. Sulaiman Makruf Pimpinan Ponpes Darul Istiqomah sebagai narasumber. Kurang lebih 80 peserta mengikuti dialog keumatan tersebut.

Ketua Umum Fasei, Akhmad Kholid mengatakan kepada koranbanten.com, persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Indonesia mulai digerogoti oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah umat seperti isu perpecahan antar suku, agama, ras dan golongan, yang semakin hari semakin meluas tak terbendung.

“Apabila isu-isu ini tidak direndam maka Bangsa dan Negara Indonesia tinggal nama di bumi pertiwi ini dan negara-negara lain akan tepuk tangan,” ungkapnya kepada koranbanten.com.

Dilanjutkan Akhmad Kholid , ikhtiar yang dilakukan oleh HMI Fasei dalam menjaga NKRI berupa kegiatan dialog keumatan. Dimana dengan kegiatan ini bisa membuka paradigma tentang pentingnya membumikan keutuhan NKRI dari individu-individu kader umat kepada Bangsa Indonesia yang beragam agamanya, rasnya, dan sukunya.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini kaum muda terutama kader HMI sebagai penerus bangsa dapat menjadi titik simpul pergerakan kepedulian umat dalam menjaga dan melestarikan keutuhan NKRI,” pungkasnya.(Kie)