Tokoh Hukum Tata Negara, Sri Soemantri Dimakamkan Hari Ini

KORANBANTEN.com – Tokoh Hukum Tata Negara di Indonesia, Sri Soemantri Martosoewignjo meninggal dunia, Rabu 30 November 2016, pukul 15.13 WIB di Rumah Sakit Premier Jatinegara Jakarta, pada usia 90 tahun.

Jenazah akan memperoleh penghormatan terakhir dari Keluarga Besar Universitas Padjadjaran di Mesjid Al Jihad, Jalan Dipati Ukur 35 Bandung, Kamis, 1 Desember 2016 pukul 9.00 WIB.

“Rencananya akan dimakamkan di Memorial Park, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat,” kata Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik, Kepala Kantor Internasional Universitas Padjadjaran, Edi Kadarisman, Rabu malam, 30 November 2016.

Sri Soemantri kelahiran Tulungagung, 15 April 1926, disemayamkan di rumah duka di Jalan Tengku Angkasa 38 Bandung. Anak dari pasangan Isbandi Martosoewignjo-Artini tersebut dikenal sebagai pakar Hukum Tata Negara khususnya Hukum Konstitusi.

Bidang itu menjadi identik dengan dirinya setelah berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Prosedur dan Mekanisme Perubahan UUD 1945” pada 1978.

Dibesarkan dalam situasi masa Revolusi Kemerdekaan, Sri Soemantri membaca buku pemikiran Ki Hadjar Dewantoro, Bung Karno, Bung Hatta, dan Ki Mas Mansjur. Ia bergabung dengan Tentara Pelajar lalu beraktivitas dengan berbagai organisasi mahasiswa, seperti Gerakan Mahasiswa Marhaenis yang menjadi cikal bakal Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia.

Selain itu, Sri Soemantri juga masuk dalam lingkaran Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mengantarnya menjadi anggota termuda Konstituante dalam usia 29 tahun pada 1956-1959.

Di kampus Unpad, Sri Soemantri antara lain pernah menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unpad (1964 – 1966). Guru Besar Fakultas Hukum Unpad pada1987, Dekan Fakultas Hukum Unpad selama dua periode 1982-1988.

Ia juga pernah menjadi Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada1993-1998, Ketua Komisi Konstitusi pada 2003-2004. Beberapa penghargaan diperoleh, salah satunya Life Time Achievement Muhammad Yamin Award 2014. Sri Soemantri juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Jayabaya dan Universitas 17 Agustus. @DF