97.243 KTP Dukungan Yayan dan Dimyati Bodong

KORANBANTEN.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten terus melakukan verifikasi faktual terhadap KTP dukungan para bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan. Hasilnya, sebanyak 97.243 KTP yang dilampirkan pasangan Yayan Sofyan-Ratu Enong Mandala, dan Dimyati Natakusumah-Yemmelia tidak memenuhi syarat (TMS) alias bodong.
KTP dukungan TMS untuk pasangan Yayan Sofyan-Ratu Enong mencapai 85.941 dukungan, sedangkan pasangan Dimyati Natakusuma-Yemmelia sebanyak 11.293 dukungan. Ketua Pokja Pencalonan KPU Provinsi Banten Syaeful Bahri mengatakan, jumlah dukungan untuk pasangan

Dimyati Natakusuma-Yemmelia yang tidak memenuhi syarat di Kota Cilegon sebanyak 86 dukungan, Kota Tangerang Selatan 58 dukungan, Kota Serang 87 dukungan, Kabupaten Lebak 22.498 dukungan dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 26.711 dukungan.

“Sedangkan jumlah dukungan yang memenuhi syarat di Kota Cilegon sebanyak 398 dukungan, Kota Tangerang Selatan 12 dukungan, Kota Serang 310 dukungan, Kabupaten Lebak 12.516 dukungan. Sedangkan untuk penghitungan jumlah dukungan yang memenuhi syarat di Kabupaten Pandeglang belum dilakukan penghitungan,” kata Syaeful, Kamis (9/9).

Sementara untuk pasangan Yayan Sofyan-Ratu Enong Mandala, jumlah dukungan yang tidak memenuhi syarat di Kota Cilegon sebanyak 1.420 dukungan, Kota Tangerang Selatan 16.402 dukungan, Kota Serang 11.596 dukungan, Kabupaten Lebak 5.663 dukungan dan Kabupaten Pandeglang sebanyak 26.711 dukungan.

“Sedangkan jumlah dukungan yang memenuhi syarat di Kota Cilegon sebanyak 246 dukungan, Kota Tangerang Selatan 2.872 dukungan, Kota Serang 7.329 dukungan, Kabupaten Lebak 846 dukungan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tiga kabupaten/kota belum menyerahkan hasil verifikasi faktual yakni Kabupaten Serang, Tangerang dan Kota Tangerang. Hal itu disebabkan banyaknya jumlah dukungan dari dua pasangan calon perseorangan tersebut.“Kami tetap memberikan batas waktu agar KPU kabupaten/kota yang belum menyerahkan hasil penghitungan verifikasi faktual untuk segera menyerahkan laporan,” katanya.

Dalam perkembangan berbeda, DPD Partai Golkar Provinsi Banten pekan depan berencana menggelar deklarasi dukungan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Wahidin Halim (WH) – Andika Hazrumy (AA). Deklarasi tersebut akan dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto (Setnov).

“Insya Allah setelah Idul Adha. Pak Setnov rencananya hadir. Yang jelas sudah 99 persen lah (dukungan DPP untuk pasangan WH-Andika-red). Tapi saya juga tidak mau mendahului tuhan,” ujar Sekjen DPD Golkar Banten Bahrul Ulum kepada wartawan, Kamis (8/9).

Ulum mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang ragu dan bertanya-tanya soal rekomendasi dukungan DPP Golkar untuk pasangan WH-Andika, karena hany ditandatangani Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid. Maka, lanjut Ulum, deklarasi tersebut akan menjawab keraguan dan pertanyaan yang ada di benak masyarakat.

Ulum menjelaskan, tanda tangan yang dikeluarkan Nurdin Halid merupakan surat penugasan kepada DPD Golkar dan Andika untuk melakukan komunikasi dengan figur dan parpol yang ada. Sedangkan surat untuk pendaftaran di KPU nanti, akan ditandangani Ketum Golkar Setya Novanto.”Jadi, kalau nanti ada isu yang beredar bahwa surat yang ditandatangani Nurdin Halid ditarik, itu betul, dan itu akan diganti dengan rekomendasi dari ketum,” jelas Ulum.

Menurut Ulum, Golkar telah membangun komunikasi politik dengan parpol lain maupun dengan figur-figur atau tokoh Banten. Andika Hazrumy sebagai kader Golkar yang akan direkomendasikan juga telah ikut penjaringan di beberapa partai seperti, PDIP, PAN, Demokrat, Hanura, dan PKB.

Dalam perjalanan waktu, komunikasi itu diintensifkan dengan Wahidin Halim dan Demokrat, sehingga terjalin komunikasi yang bagus dibandingkan dengan figur yang lain. “Sehingga akhirnya, baik Demokrat, PKS, Hanura dan PAN telah keluarkan rekomendasi mendukung dan berkoalisi dengan Golkar,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat Banten Aeng Haerudin saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui informasi rencana deklarasi Partai Golkar dari media sosial. Aeng sangat mengapresiasi adanya deklarasi tersebut, karena kegiatan itu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini muncul di benak masyarakat.”Jadi, anggapan masyarakat yang mempertanyakan soal keabsahan dukungan Golkar, karena hanya ditandatangani ketua harian, terjawab sudah dengan adanya deklarasi itu,” ujar Aeng.

Menurutnya, Partai Demokrat yang juga sebagai parpol pengusung yang berkoalisi dengan Golkar sudah pasti akan diundang, dan akan menghadiri deklarasi tersebut.”Kita sebagai parpol pengusung juga pasti diundang, dan kita pasti akan hadir. Bahkan rencananya nanti, Demokrat juga akan mengadakan acara saat pendaftaran calon ke KPU. Jadi sebelum kita berangkat mengantarkan pasangan calon ke KPU, kita gelar acara dulu di Banten,” tegasnya. @DF