Amburadulnya Sejumlah Infrastuktur di Wilayah Pandeglang

koranbanten.com – Geliat roda pembangunan di wilayah Kabupaten Pandeglang, rupanya masih meninggalkan berjuta cerita pahit dari masyarakatnya. Banyaknya wilayah dan perkampungan yang termalginalkan lantaran buruknya akses jalan penghubung, sehingga sosial ekonomi masayatatnya pun jauh dari kata sejahtera.

Kampung Kubangkampil Wetan, Desa Kubangkampil, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, adalah gambaran nyata dari ketidak perdulian pemerintah terhadap sektor infrastuktur penunjang dalam mendongkrak perputaran roda ekonomi masyarakatnya. Hal ini dibuktikan dengan kondisi jalan penghubung antat kecamatan (Sukaresmi – Patia), yang sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan, sehingga kondisi jalan pun laksana kubangan/jalur melintas kerbau menuju pesawahan.

“Itu jalan penghubung antar kecamatan, yakni Kecamatan Sukaresmi menuju  Patia, atau sebaliknya. Jalan yang kondisinya sangat parah itu, tepatnya berada di Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, menuju Kampung Sanggoma, Desa Patia, Kecamatan Patia, Pandeglang. Kondisinya memang sudah tidak bisa lagi dilalui, baik oleh kendaraan roda empat, maupun roda dua, terlebih lagi bila di musim hujan,” jelas Yusuf Daud, salah seorang warga Desa Cibungur pada koranbanten.com, Rabu (20/7/2016).

Dalam kesempatan berbeda, Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita sempat mengatakan keprihatinan nya terhadap sejumlah infrastruktur jalan penghubung yang ada di Pandeglang, yang kondisinya sudah tidak layak tersebut. Pihaknya berjanji, akan segera memprioritaskan sektor pembangunan dalam program kerjanya, ke wilayah-wilayah yang belum tersentuh pembangunan.

“Saya baru empat atau lima bulan jadi bupati Pandeglang, dan saya sudah banyak mendapat masukan dari berbagai pihak tentang kondisi infrastruktur umum yang belum tersentuh pembangunan. Maka itu, dalam waktu dekat kami akan lakukan kunjungan kerja ke 35 kecamatan di Pandeglang, dan akan membuat program prioritas untuk penganggaran di APBD Perubahan 2016 ini, maupun di APBD 2017 mendatang, sesuai dengan kemampuan penganggaran daerah,” jelas Irna pada koranbanten.com. (Day)