Brigjen Pol Boy Rafli Amar: Masyarakat Harus Lebih Pintar Dalam Memilih Informasi

Koranbanten.com – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten mengelar kegiatan dialog pencegahan terorisme yang dilaksanakan di ruang Auditorium kampus Untirta, Selasa, (10/11/15).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Banten yang diwakili oleh Asda I Pemprov Banten Anwar Mas’ud, M.Si, Kapolda Banten Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili oleh Kasubdit Kewaspadaan, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Dr. Hj. Andi Intang Dulung, Mhi., Ketua FKPT Provinsi Banten Hj. Rumiah, S.Pd., MH, Ketua Umum PWI Pusat H. Margiono, Ketua PWI Provinsi Banten Firdaus, serta Forum Koordinasi Daerah dan Media Massa di Banten.

Menurut Boy Rafli Amar, selaku Kapolda Banten, nasionalisme perlu lebih di tingkatkan agar pencegahan terorisme juga lebih efektif. “Kedepan media bisa mengurangi berkembangbiaknya hasrat keinginan masyarakat yang menjadi sikap radikalisme, oleh karenanya, pers juga harus bisa mengayomi kepada masyarakat agar bisa lebih pintar dalam memilih informasi mana yang baik dan benar,” harap Boy.

Selain itu Boy Rafli Amar juga menuturkan, terkait masalah HAM, tidak dilihat dari dari satu presfektif saja, karena tindakan terorisme juga sangat melanggar hak kemanusiaan. Selain itu menanggapi kasus di Mall Alam Sutera Boy, menjelaskan, kasus tersebut dilakukan oleh personal dengan motif atau faktor ekonomi sehingga masuk kepada ranah tindakan teror.

Kemudian Boy juga menegaskan bahwa terorisme bukan islam, dan islam bukan terorisme, menurutnya nama islam hanya dimanfaatkan saja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Ditingkat bawah masih terdapat celah, sehingga perlu adanya peningkatan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling),” tuturnya.(gita)