Lulusan SMK Wajib Mempunyai Keterampilan

SERANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstrusikan, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi saat ini harus dilakukan perombakan, dan pemerintah harus melakukan lagi reorientasi pendidikan dan pelatihan vokasi ke arah demand driven. Pendidikan vokasional merupakan penggabungan antara teori dan praktik secara seimbang dengan orientasi pada kesiapan kerja lulusannya.

Kurikulum dalam pendidikan vokasional, terkonsentrasi pada sistem pembelajaran keahlian (apprenticeship of learning) pada kejuruan-kejuruan khusus (specific trades). Kelebihan pendidikan vokasional ini, antara lain, peserta didik secara langsung dapat mengembangkan keahliannya disesuaikan dengan kebutuhan lapangan atau bidang tugas yang akan dihadapinya.

Menyikapi hal tersebut, Totok Suprawoto Kepala Bidang Penyelengara dan Pemberdayaan BBLKI Serang saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, selama ini Siswa SMK sudah memiliki standar yang memadai untuk menjadi calon tenaga kerja yang professional dan memilki kemampuan sesuai dengan kebutuhan industri tetapi fasilitas pendukung masih kurang.

Untuk itu Lanjutnya, Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Serang siap memfasilitasi calon tenaga kerja khususnya siswa SMK agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan atau Industri.

Lanjutnya dalam menyikapi hal tersebut perlu sinergitas dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi ini, mulai dari SMK, kursus-kursus di BLK (Balai Latihan Kerja), kemudian juga aturan-aturan yang mempermudah pembukaan sekolah-sekolah keterampilan swasta. “Ini harus semuanya terintegrasi sehingga betul-betul dapat kita kejar,” ujarnya.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas ketenaga kerjaan BBLKI Serang melaksanakan program 3R, Reorentasi, Revitalisasi dan Rebranding sesuai dengan arahan mentri ketenaga kerjaan. “BBLKI serang dimasifkan untuk melakukan dua program khusus, pengelasan dan listrik. BBLKI Serang harus bisa memenuhi kebutuhan untuk skala Nasional,” imbuh Totok.

Dikatakan Totok, Banten memiliki tingkat pengganguran yang tinggi oleh karena itu BBLKI Serang berupaya untuk mengurangi tingkat pengganguran yang berada di Provisin Banten dengan cara melakukan pelatihan kerja sesuai dengan keahlian yang dibutuhan Perusahaan.

“Target 2017 BBLKI berupaya untuk melatih 2.400 orang calon tenaga kerja, pada bulan Januari program ini sudah dapat dimulai. Target 2.400 orang sudah dapat tercapai karena program tersebut sudah berjalan pada awal tahun di bulan Januari,” pungkasnya. (Wisnu)