PHRI Minta Pemerintah Daerah Imbangi Pemberitaan Banjir

KORANBANTEN.com – Dampak dari banjir yang melanda kawasan Anyer, Carita dan Labuan membuat wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan wisata Anyer – Cinangka – Carita banyak yang membatalkan kunjungannya.

Menurut Ketua Harian Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten GS. Ashok Kumar, pemberitaan banjir di kawasan Anyer, Carita dan Labuan baik tingkat nasional maupun internasional membuat sepi industri hotel.

Padahal menurut Ashok, hotel-hotel yang ada di kawasan Anyer, Cinangka, dan Carita tidak semuanya terkena banjir. “Jalan menuju Anyer juga sudah siap ditempuh dan hotel-hotel sudah siap untuk dikunjungi,” terang Ashok.

Untuk itu Ashok berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat recovery pemberitaan tidak hanya di media cetak saja, tetapi juga melalui media visi. “Jika pemberitaan banjir menjadi bulan-bulanan, akan berdampak kepanjangan trauma yang sudah mulai cancel dan juga penundaan kunjungan,” terang Ashok.

“Kami juga insan PHRI berterimakasih kepada Gubernur, Kapolda, Danrem, Bupati Pandeglang dan Bupati Serang yang sigap dalam penanganan antisipasi sehingga jalur pariwisata cepat tertangani dapat dilalui,” lanjut Ashok.

PHRI Kabupaten Serang dan Pandeglang, kata Ashok juga membuka posko bantuan untuk masyarakat penduduk sekitarnya. “Besar harapan kami dapat terealisasi sepenuhnya dari bencana  ini akibat banyaknya penebangan liar pohon-pohon yang mengakibatkan seprihatin ini,” harapnya.

Selain itu pemulihan secara menyeluruh juga akan membangun kembali multiplier effect dari masyarakat pesisir dapat berkarya kembali dan kontribusi yang berpenghasilan dari wisatawan. @WIRI