PKB Sulit Dukung Rano

KORANBANTEN.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengisyaratkan tidak mendukung bakal calon gubernur petahana dari PDIP Rano Karno dalam pilgub mendatang. Ketua DPP PKB Yusuf Majenih mengatakan bahwa PKB sulit mendukung Rano karena Rano tak mendaftar dalam penjaringan cagub cawagub PKB.
“PKB akan mendukung calon yang mengikuti penjaringan di PKB. Calon yang mengikuti penjaringan di PKB ada empat yaitu Wahidin Halim, Tb Haerul Jaman, Ahmad Taufik Nuriman, dan Andika Hazrumy. Tetapi kami juga belum menentukan siapa-siapanya yang akan kami dukung. Namanya masih belum bisa kami sebutkan,” ujarnya saat menghadiri Musyawarah Cabang V PKB Kota Cilegon di Hotel Ferry Merak, Kota Cilegon, Senin (22/8).

Ferry mengatakan, hasil penjaringan DPW PKB sudah disampaikan kepada DPP. “DPP masih menimbang perkembangan politik di Banten. Pemimpin yang akan didukung PKB nantinya diharap dapat membawa Banten lebih baik. Pemimpin yang bisa merangkul komunitas Islam dan care pada NU (Nahdhatul Ulama) dan PKB,” harapnya.

Ketua DPW PKB Banten Rahmat Abdul Gani mengatakan, PKB mendukung cagub cawagub yang bisa membaca Al Quran sebagaimana dinyatakan sejumlah tokoh Banten. “Wajar kalau di Banten. Masak sih kalau pemimpin Banten tidak bisa baca Al Quran,” katanya.

Terpisah, Walikota Serang Tb Haerul Jaman tampaknya masih berharap kepada Rano Karno. Jaman juga tetap setia menunggu keputusan yang akan diambil oleh Rano Karno, di tengah banyaknya spekulasi nama-nama calon wakil yang akan menjadi pendampingnya.

Ditemui usai acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Serang, Jaman mengaku masih tetap pada pendiriannya, yaitu ingin digandeng oleh Rano Karno untuk dijadikan sebagai calon wakil gubernur mendampingi Rano. Pendirian Jaman ini konsisten dari sejak awal mendaftarkan diri di sejumlah partai politik yang membuka penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Banten.
“Iya (saya masih tetap menunggu),” kata Jaman, Senin (22/8).

Ketika ditanya tentang Partai Golkar yang sudah secara resmi tidak memilihnya untuk maju, melainkan memilih Andika Hazrumy, Jaman mengatakan bahwa keputusan itu adalah keputusan DPP Partai Golkar. Meski demikian, bila kemudian Rano Karno memutuskan untuk mengajaknya maju pada pilgub Banten 2017 mendatang, ia akan tetap maju mesti tidak mendapat restu dari Partai Golkar. “Ketika PDIP mengambil saya sebagai wakil kita akan jalan meski tanpa Golkar,” ujarnya mantap.

Terkait adanya nama-nama birokrasi yang diprediksi akan dipilih Rano, Jaman mengaku tidak mengetahui itu. Pada dasarnya, keputusan yang diambil oleh Rano Karno adalah kebijakan PDI Perjuangan. Sampai saat ini pihaknya masih terus berdiksui dengan partai politik dan tokoh, serta masyarakat, karena ia menganggap bahwa masukan dari para tokoh dan masyarakat sangat penting.”Ketika kita memutuskan ikut dalam pilgub, perlu masukan dari mereka,” ujarnya. @DF