43 Kegiatan Drainase Disiapkan, DBMSDA Kabupaten Tangerang Bidik Titik Rawan Genangan

TANGERANG — Persoalan banjir dan genangan masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menyiapkan 43 kegiatan untuk memperbaiki sistem drainase dan menangani titik-titik rawan genangan.

Kepala Bidang Drainase DBMSDA Kabupaten Tangerang, Yawan Duriyawan, mengatakan puluhan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Bacaan Lainnya

Pekerjaan mencakup penanganan drainase, perbaikan saluran, pembangunan talud hingga pekerjaan lanjutan pada kawasan yang membutuhkan peningkatan sistem pengaliran air.

“Harapannya dengan kegiatan yang kita lakukan ini bisa sedikit mengurangi kejadian banjir maupun genangan yang selama ini terjadi,” ujar Yawan.

Kawasan Rawan Jadi Prioritas

Menurut Yawan, sejumlah kawasan menjadi perhatian karena persoalan genangan terjadi berulang, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Penanganan dilakukan secara bertahap karena persoalan drainase di setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Sistem pengaliran air juga saling berkaitan antara satu saluran dengan saluran lainnya.

“Memang ada daerah-daerah yang setiap tahun menjadi perhatian karena genangan. Karena itu ada kegiatan lanjutan yang kita lakukan agar penanganannya bisa lebih optimal,” katanya.

Ia menambahkan, pekerjaan lapangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi, termasuk kebutuhan pembangunan atau perbaikan talud dan saluran drainase.

Sampah Bisa Ganggu Fungsi Drainase

Selain pembangunan fisik, DBMSDA mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga saluran yang telah dibangun dan diperbaiki.

Yawan mengatakan, sampah yang masuk ke saluran dapat menyebabkan penyumbatan dan mengurangi fungsi jaringan drainase.

“Kami tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat untuk memelihara apa yang sudah kita kerjakan,” tegasnya.

Ia meminta kebiasaan membuang sampah ke saluran dihentikan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal.

“Jangan sampai saluran yang sudah kita kerjakan kembali mampet karena sampah. Kita sama-sama menjaga hasil pembangunan,” ujarnya.

Penanganan Banjir Butuh Dukungan Warga

Yawan menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bagian dari upaya mengurangi genangan. Pemeliharaan saluran dan kepedulian masyarakat juga diperlukan agar sistem drainase tetap berfungsi.

DBMSDA akan melanjutkan penanganan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan kondisi lapangan.

“Yang penting kita terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap. Mudah-mudahan ke depan persoalan genangan di Kabupaten Tangerang dapat semakin berkurang,” pungkasnya.

Kegiatan Drainase Disiapkan, DBMSDA Kabupaten Tangerang Bidik Titik Rawan Genangan

TANGERANG — Persoalan banjir dan genangan masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menyiapkan 43 kegiatan untuk memperbaiki sistem drainase dan menangani titik-titik rawan genangan.

Kepala Bidang Drainase DBMSDA Kabupaten Tangerang, Yawan Duriyawan, mengatakan puluhan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Pekerjaan mencakup penanganan drainase, perbaikan saluran, pembangunan talud hingga pekerjaan lanjutan pada kawasan yang membutuhkan peningkatan sistem pengaliran air.

“Harapannya dengan kegiatan yang kita lakukan ini bisa sedikit mengurangi kejadian banjir maupun genangan yang selama ini terjadi,” ujar Yawan.

Kawasan Rawan Jadi Prioritas

Menurut Yawan, sejumlah kawasan menjadi perhatian karena persoalan genangan terjadi berulang, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi.

Penanganan dilakukan secara bertahap karena persoalan drainase di setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda. Sistem pengaliran air juga saling berkaitan antara satu saluran dengan saluran lainnya.

“Memang ada daerah-daerah yang setiap tahun menjadi perhatian karena genangan. Karena itu ada kegiatan lanjutan yang kita lakukan agar penanganannya bisa lebih optimal,” katanya.

Ia menambahkan, pekerjaan lapangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi, termasuk kebutuhan pembangunan atau perbaikan talud dan saluran drainase.

Sampah Bisa Ganggu Fungsi Drainase

Selain pembangunan fisik, DBMSDA mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga saluran yang telah dibangun dan diperbaiki.

Yawan mengatakan, sampah yang masuk ke saluran dapat menyebabkan penyumbatan dan mengurangi fungsi jaringan drainase.

“Kami tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat untuk memelihara apa yang sudah kita kerjakan,” tegasnya.

Ia meminta kebiasaan membuang sampah ke saluran dihentikan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal.

“Jangan sampai saluran yang sudah kita kerjakan kembali mampet karena sampah. Kita sama-sama menjaga hasil pembangunan,” ujarnya.

Penanganan Banjir Butuh Dukungan Warga

Yawan menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bagian dari upaya mengurangi genangan. Pemeliharaan saluran dan kepedulian masyarakat juga diperlukan agar sistem drainase tetap berfungsi.

DBMSDA akan melanjutkan penanganan secara bertahap berdasarkan skala prioritas dan kondisi lapangan.

“Yang penting kita terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap. Mudah-mudahan ke depan persoalan genangan di Kabupaten Tangerang dapat semakin berkurang,” pungkasnya.

Pos terkait