KORANBANTEN.COM-Museum Multatuli Rangkasbitung mencatat pertumbuhan lonjakan kunjungan sepanjang 2025. Jumlah kunjungan yang mengalami lonjakan itu menegaskan peran Museum sebagai pusat edukasi sejarah kolonial dan nilai kebangsaan di Banten.
Data pengelola menunjukkan museum tidak hanya menjadi tujuan wisata sejarah, tetapi juga ruang belajar yang kian diminati masyarakat.
Kepala UPT Museum Multatuli, Ubaidillah Mukhtar menyampaikan, jumlah pengunjung hingga 31 Desember 2025 mencapai 29.765 orang, meningkat sekitar 1.050 orang dibanding tahun 2024.
“Museum kecil kami yang merupakan museum antikolonial pertama di Indonesia mencatat 29.765 pengunjung pada 2025, dan itu meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Ubaidillah, Senin(12/01/2026).
Selain kunjungan ke dalam ruang pameran, lebih dari 10.000 orang memanfaatkan area publik museum seperti halaman dan pendopo untuk kegiatan budaya, festival, dan diskusi. Pengelola memasukkan aktivitas tersebut sebagai bagian dari capaian interaksi museum dengan masyarakat.
Dari komposisi pengunjung, kelompok pelajar menjadi yang paling dominan. Tercatat sekitar 13.300 siswa berkunjung pada 2025, didorong pemanfaatan museum sebagai sarana pembelajaran, termasuk dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sementara itu, pengunjung umum dan wisatawan mancanegara juga terus bertambah, dengan 87 warga negara asing tercatat berkunjung.
Aksesibilitas menjadi faktor pendukung. Museum mudah dijangkau melalui KRL Commuter Line dari Jabodetabek maupun jalur tol Serang-Panimbang.
“Dari Stasiun Rangkasbitung tinggal berjalan atau naik angkutan umum, sehingga sekolah-sekolah dari luar daerah pun mudah datang,” kata Ubaidillah.
Pengelola menilai peningkatan ini menunjukkan museum semakin diterima sebagai ruang publik edukatif. Museum Multatuli buka Selasa hingga Minggu, dengan tarif Rp1.000 bagi pelajar, Rp2.000 untuk umum, dan Rp15.000 bagi pengunjung mancanegara, serta telah menyediakan pembayaran nontunai.
Lesman Bangun, pengunjung asal Kota Serang mengaku terkesan dengan pasilitas sejarah yang disuguhkan Museum Multatuli. Karena itu ia bakal kembali lagi pada bulan Februari dengan membawa 1000 orang teman-temannya yang tergabung dalam organisasi pemilik media siber. (Fahdi Khalid).





