KORANBANTEN.COM-Sebanyak 11 Kecamatan di Kabupaten Lebak, terdampak bencana banjir dan longsor hingga mengakibatkan seorang warga dilaporkan meninggal dunia.
Menurut Kepala Pelaksana Harian(Kalakhar) BPBD Lebak, Sukanta, bencana yang terjadi dikarenakan curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir
“Bencana banjir dan longsor di daerah itu akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir,”kata Sukanta, Selasa(13/01/2026).
Kata Sukanta, BPBD mencatat sebanyak 11 Kecamatan yang terdampak banjir dan longsor tersebar di 18 desa dan 453 rumah terendam juga satu rumah warga rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan.
Selain itu, juga satu fasos terdampak, empat jalan, tiga jembatan, satu toko rusak sedang dan seorang meninggal dunia atas nama Anah (70) warga Kecamatan Cibeber.
“Korban meninggal dunia itu akibat terpeleset ke sungai di Bayah,” katanya.
Menurut dia, sebanyak 11 kecamatan yang terdampak banjir dan longsor itu, yakni Kecamatan Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, Kalanganyar, Cikulur, Cipanas, Muncang, Bayah, Sobang, Panggarangan dan Cibadak.
Bahkan, banjir di Kecamatan Banjarsari hingga kini masih merendam di beberapa titik lokasi kejadian, terutama di daerah jembatan Pejeuh dan Gunung Sari yang terisolir.
Sebab, akses jalan jembatan itu masih terendam air genangan dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
“Kami sudah melakukan assessment sementara juga berkoordinasi dengan pemangku jabatan (stakeholder) terkait, TNI, Polri, PUPR, PLN serta berbagai organisasi,”ujarnya.
Sukanta mengatakan, Posko Utama BPBD Lebak terus melakukan monitor dibeberapa cakupan wilayah terdampak, sekaligus menyampaikan imbauan di sosial media serta informasi di website resmi.
“Selain itu juga melakukan imbauan langsung oleh tim reaksi cepat (TRC) kepada masyarakat yang terdampak bencana alam,”tutupnya.
Camat Bayah, Dadan membenarkan di wilayah binaannya terjadi bencana longsor yang menyebabkan kerusakan kepada 10 rumah milik warga. (Fahdi Khalid).





