Operator Ikuti Pelatihan Drone Pertanian

Caption Poto : Nampak pegawai dinas Pertanian mengkuti pelatihan Drone
Caption Poto : Nampak pegawai dinas Pertanian mengkuti pelatihan Drone

KORANBANTEN.COM-Dunia pertanian dewasa ini semakin dekat dengan teknologi tepat guna, untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian masyarakat. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah guna menggenjot hasil pertanian, salah satunya dengan penggunaan drone sebagai salah satu solusi untuk menjawab tantangan pertanian di tengah keterbatasan tenaga kerja dan tuntutan efisiensi.​

Untuk itu Dinas Pertanian Kabupaten Lebak bersama Yanmar Indonesia dan Terra Drone mengikuti kegiatan Pelatihan Drone Pertanian Terra model G20.

Bacaan Lainnya

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi pertanian menuju mekanisasi dan digitalisasi guna meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pelatihan ini diikuti oleh pendamping dan operator drone pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang. Para peserta dibekali pengetahuan teknis serta praktik langsung pengoperasian drone pertanian Terra G20. Dari Kabupaten Lebak, kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian Lebak, Denny Iskandar, yang bertindak sebagai pendamping, serta tiga orang operator drone pertanian.

Adapun operator drone dari Kabupaten Lebak yang mengikuti pelatihan tersebut yakni Dedi Alansori dan Widi Januar Ghafur, yang diharapkan dapat menjadi tenaga terampil dalam pemanfaatan teknologi drone di sektor pertanian.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Denny Iskandar, mengatakan pentingnya pemanfaatan drone pertanian untuk solusi untuk menjawab tantangan pertanian dan tuntutan efisiensi.

“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya dalam pemanfaatan teknologi modern seperti drone pertanian,” kata Denny, Rabu(14/01/2026).

Menurut Denny, penggunaan Drone Pertanian Terra G20 memiliki banyak manfaat, di antaranya mempercepat dan meningkatkan presisi penyemprotan pupuk serta pestisida di lahan pertanian.

“Dengan drone, penyemprotan bisa lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga kerja, serta biaya operasional petani,” ujarnya.

Selain efisiensi, lanjut Denny, penggunaan drone juga dapat mengurangi kontak langsung petani dengan bahan kimia berbahaya, sehingga lebih aman bagi kesehatan petani dan ramah lingkungan.

“Teknologi ini mendukung pertanian yang modern, cerdas, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan produktivitas serta hasil panen petani,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelatihan ini, para operator drone dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di daerah masing-masing. “Transformasi pertanian menuju mekanisasi dan digitalisasi akan terus kami dorong demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah,” ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar membenarkan jika tenaga pendamping dan operator dari Pertanian mengikuti pelatihan Drone. (Fahdi Khalid).

Pos terkait