KORANBANTEN.COM- Pasca diresmikan oleh Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, Alun-alun Rangkasbitung kini mulai ramai dikunjungi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Ruang terbuka publik tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas warga untuk berolahraga, bersantai, hingga berkumpul bersama keluarga.
Seiring meningkatnya pemanfaatan oleh masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lebak mulai melakukan evaluasi terhadap progres perbaikan dan pengelolaan fasilitas Alun-alun Rangkasbitung.
Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban kawasan.
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, memimpin langsung rapat evaluasi bersama sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
Dalam rapat tersebut dibahas progres perbaikan Alun-alun Rangkasbitung yang saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kualitas fasilitas agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Alun-alun Rangkasbitung sudah mulai ramai, karena itu kita perlu memastikan seluruh fasilitas yang ada benar-benar layak, aman, dan nyaman digunakan masyarakat,” ujar Pj Sekda, Halson Nainggolan, Rabu(14/01/2026).
Selain progres perbaikan, rapat evaluasi juga membahas penegakan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2023 tentang Alun-alun Rangkasbitung sebagai Kawasan Tanpa Rokok. Penegakan aturan ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan pengunjung.
Halson menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah terkait harus bersinergi dalam menegakkan aturan tersebut. “Alun-alun ini merupakan ruang publik bersama, sehingga aturan Kawasan Tanpa Rokok harus benar-benar ditegakkan demi kepentingan masyarakat luas,” ucapnya.
Dalam rapat itu juga dibahas persiapan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Pujasera, Jalan Hardiwinangun, dan Balong Ranca Lentah. Penataan PKL diharapkan dapat menciptakan keteraturan tanpa menghilangkan mata pencaharian pedagang. “Penataan PKL harus kita lakukan dengan pendekatan yang humanis, tertib, dan tetap memperhatikan aspek ekonomi masyarakat,” kata Halson Nainggolan.
Selain itu, rapat evaluasi turut membahas persiapan pelaksanaan Pasar Murah yang direncanakan akan digelar di 28 kecamatan di Kabupaten Lebak. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Rencana penanganan banjir di sejumlah pemukiman di Kabupaten Lebak juga menjadi salah satu agenda penting dalam rapat tersebut.
Halson berharap seluruh program dan kebijakan yang dibahas dapat berjalan efektif dan terkoordinasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Lebak. Ia menambahkan, pemerintah daerah berupaya menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir dampak banjir terhadap masyarakat.
Suliastini, warga Bogor mengaku terkesan dengan keindahan Alun-alun Kota Rangkasbitung. Kata dia, dirinya baru mengetahui kondisi alun alun terkini, sesusai silaturahmi kepada kerabatnya di Kecamatan Cimarga. (Fahdi Khalid).





