Petani Baduy Panen Durian

Caption Poto : Wisawatan ketika hendak membeli Buah Durian
Caption Poto : Wisawatan ketika hendak membeli Buah Durian

KORANBANTEN.COM-Petani Baduy merasa bersyukur panen durian menggulirkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah per hari, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat adat di pedalaman Kabupaten Lebak.

Asmui, seorang petani warga Baduy luar mengaku sejak panen durian dirinya kecipratan rejeki. Karena hasil penjualan durian selama satu pekan terakhir ini bisa mencapai 500 buah.

Bacaan Lainnya

“Sejak panen durian satu pekan terakhir ini bisa menjual sekitar 500 buah dengan harga Rp40 ribu/buah, sehingga menghasilkan pendapatan Rp20 juta per hari,” kata Asmui, Senin(19/01/2026)

Panen durian itu, selain dijual di sekitar permukiman Baduy juga ke luar daerah, seperti Rangkasbitung, Bogor dan Jakarta.

Saat ini, durian yang didapati itu, selain milik sendiri sebanyak 20 pohon dengan produksi 6.000/buah atau rata-rata 300 buah/pohon.

Selain itu juga dirinya menampung panen durian dari petani Baduy lainnya.

Produksi durian dipasarkan di sekitar pedagang pengecer di kawasan permukiman Baduy dan dijual ke pengepul ke luar daerah.

Panen durian itu, kata dia, dipastikan bisa menggulirkan perputaran uang di petani Baduy hingga ratusan juta rupiah/hari.

“Bila petani bisa menjual sekitar 300 buah durian dengan harga Rp40 ribu/buah dan menghasilkan Rp12 juta/hari. Kalau petaninya 50 orang maka menggulirkan perputaran Rp600 juta/hari,” kata Asmui.

Begitu juga Pulung, seorang petani Baduy mengaku dirinya memiliki sebanyak 20 pohon durian jika rata-rata 300 buah/pohon maka produksinya sebanyak 6.000 buah.

Dari 6.000 buah durian itu jika dijual Rp40 ribu/buah maka dapat menghasilkan uang Rp240 juta/musim panen.

“Semua produksi panen durian itu ditampung pedagang pengecer di permukiman Baduy juga keluar daerah,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Oom mengatakan panen durian itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Baduy mulai petani, penampung, tengkulak, pedagang pengecer hingga buruh pemetik dan buruh panggul.

“Kami meyakini panen durian di kawasan Baduy bisa berlangsung awal Maret 2026,” kata tetua adat yang juga Kepala Desa Kanekes Jaro Oom.(Fahdi Khalid).

Pos terkait