CIKARANG — Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan aksi nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pihak Lapas berhasil menuntaskan krisis air bersih menahun yang dialami warga Kp. Patola yang berada disekitar Lapas Cikarang dengan membangun dan menyerahkan fasilitas sumur bor secara gratis pada Senin (20/4/2026).
Bantuan infrastruktur berupa pembuatan sumur bor beserta satu unit mesin pompa air satelit tersebut diserahterimakan secara resmi kepada warga Kampung Patola, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat. Fasilitas vital ini dipusatkan di Masjid Jamie Darul Ulum, yang berada di wilayah desa binaan Lapas Cikarang.
Inisiatif pembangunan sarana air bersih ini bermula dari temuan di lapangan terkait krisis air yang melanda kawasan tersebut. Selama kurang lebih 10 tahun terakhir, warga setempat mengeluhkan debit air yang sangat memprihatinkan. Merespons hal itu, tim dari Lapas Cikarang bergerak cepat melakukan pengeboran titik baru yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu dua hari.
Kepala Lapas Cikarang, Urip Dharma Yoga menegaskan bahwa program bakti sosial ini merupakan wujud nyata implementasi dari arahan langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Langkah strategis ini juga didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat sebagai bentuk pengabdian institusi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, pagi hari ini kami dari Lapas Kelas IIA Cikarang telah menyelesaikan pengerjaan sumur bor. Saat ini air bersihnya sudah keluar dan bisa langsung digunakan oleh jamaah masjid serta masyarakat sekitar,” ujar Urip.
Kehadiran sumber air bersih baru ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh warga setempat. Perwakilan Kepala Desa dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Lapas Cikarang beserta seluruh jajarannya atas bantuan yang dinilai sangat tepat sasaran tersebut.
Sebagai tindak lanjut, pihak DKM bersama Karang Taruna dan seluruh elemen masyarakat Kampung Patola telah berikrar untuk merawat dan menjaga fasilitas sumur bor ini agar manfaatnya dapat terus mengalir dalam jangka panjang. (Humas/Yas).





