KORANDETAK.COM-Bupati Lebak Hasbi Asydiki Jayabaya menegaskan jika Kabupaten Lebak harus mampu menjadi daerah penopang ketahanan pangan nasional. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri panen raya Golden Melon Kelompok Tani Margawana Mulia di Kecamatan Cileles.
Dalam kegiatan tersebut, Hasbi mendorong petani di Lebak untuk memperkuat sektor holtikultura yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta pasar yang terus berkembang.
“Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Tahapannya ketahanan pangan dulu terwujud, setelah itu swasembada pangan,”kata Hasbi, Jumat(15/5/2026).
Panen raya Golden melon di Cileles itu diperkirakan menghasilkan sekitar 30 ton melon premium secara bertahap semala satu bulan penuh. Keberhasilan kelompok tani tersebut dinilai bukti pertama modern di Lebak mulai berkembang dan mampu menembus pasar ritel modern.
Hasbi menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama pemerintah Kabupaten Lebak karena berkaitan langsung dengan distribusi hasil pertanian masyarakat.
“Ada kebun kalo akses jalannya tidak baik tidak ada artinya. Karena itu sarana jalan menjadi prioritas utama,”ujar Hasbi.
Menurut Hasbi, RPJMD Kabupaten Lebak, pemerintah memfokuskan pembangunan pada empat sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrim melalui program rumah tidak layak huni, serta penataan kawasan perkotaan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian berkelanjutan agar tidak terus beralih fungsi.
“Lahan pangan berkelanjutan harus dipertahankan. Tidak semua lahan bisa diubah fungsi,”tegasnya.
Dalam sambutannya, Hasbi turut menyinggung keterlibatan unsur TNI, Polri hingga kejaksaan dalam program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden ingin seluruh kekuatan negara bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan,”tutupnya.
Sementara itu Ketua Kadin Banten, Azzari Jayabaya menyebut panen raya Golden melon tersebut bukan sekedar seremonial pertanian, melainkan juga bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi motor penggerak ketahanan pangan di Provinsi Banten.
“Hari ini bukan hanya sekedar panen raya melon, tapi bukti nyata bahwa Kabupaten Lebak siap menjadi bagian penting kehatanan pangan,”ujarnya.
Ketua Kadin yang akrab dipanggil Amal ini mengungkapkan pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat, termasuk menjadi offtaker untuk menyerah hasil produksi petani lokal agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik,”katanya.
Ia berharap, keberhasilan panen raya Golden melon di Kecamatan Cileles dapat menjadi inspirasi bagi lain untuk mengembangkan pertanian produktif dan modern.
Pembina Kelompok Tani Margawana Mulya, Agus R Wisas mengatakan keberhasilan budidaya melon premium dilahan seluas empat hektar tersebut diharapkan menjadi contoh bagi petani lain di Lebak.
Menurut Agus, harga Golden melon ditingkat petani saat ini jauh lebih murah dibanding harga pasar modern.
“Sekarang sudah ada contoh bahwa jadi petani melon jauh lebih menguntungkan. Kalau tanam kayu butuh tiga tahun, ini 65 hari sudah panen dan pembayarannya cash,”kata Agus.(Fahdi Khalid).





