Pahami Psikologi Anak, 104 Kader PUSPAGA Tangerang Dibekali Cara Hadapi Tantangan Tumbuh Kembang

Kota Tangerang — Memahami perilaku anak tidak cukup hanya dengan melihat apa yang tampak di permukaan. Setiap perubahan sikap, emosi maupun perilaku anak dapat berkaitan dengan tahapan perkembangan dan kondisi psikologis yang perlu dipahami secara tepat.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang digelar Pemerintah Kota Tangerang melalui DP3AP2KB di Ruang Al Amanah, Kota Tangerang, Senin (7/9/2026).

Bacaan Lainnya

Sebanyak 104 Kader PUSPAGA dari 13 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut bersama Satuan Tugas (Satgas) Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) dari 13 kecamatan.

Salah satu materi penting dalam kegiatan tersebut adalah psikologi anak, dengan menghadirkan Nurhasanah, S.Psi., M.Psi. sebagai narasumber.

Materi ini menjadi penting karena kader PUSPAGA berhadapan langsung dengan keluarga dan anak di lingkungan masyarakat. Pemahaman terhadap psikologi anak diharapkan dapat membantu kader melakukan pendekatan secara lebih tepat, persuasif dan sesuai dengan usia serta karakter anak.

Jangan Terburu-buru Menilai Perilaku Anak

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, mengatakan persoalan pengasuhan dan perlindungan anak saat ini semakin kompleks.

Menurutnya, kader PUSPAGA perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai tahapan perkembangan anak sehingga dapat membantu orang tua menghadapi berbagai persoalan pengasuhan.

“Dengan pemahaman tugas-tugas perkembangan anak, intervensi yang diberikan akan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan usia anak,” ujar Tihar.

Pemahaman psikologi anak juga diharapkan dapat mendorong orang tua untuk tidak terburu-buru memberikan label atau hukuman ketika anak menunjukkan perubahan perilaku.

Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dilihat secara lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan usia, lingkungan, pola komunikasi keluarga dan kondisi yang sedang dialami anak.

Dalam konteks tersebut, kader PUSPAGA memiliki peran sebagai penghubung edukasi bagi keluarga agar orang tua memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan psikologis anak.

Komunikasi Orang Tua Jadi Kunci

Penguatan kemampuan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam peningkatan kapasitas kader.

Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi salah satu fondasi dalam membangun rasa aman dan kepercayaan.

Tihar mengatakan kader PUSPAGA diharapkan tidak sekadar menyampaikan penyuluhan, tetapi mampu melakukan pendekatan yang efektif kepada keluarga.

“Kami ingin kader tidak hanya sekadar memberikan penyuluhan, tetapi mampu menjadi konselor dasar dan agen perubahan yang efektif, yang dapat melakukan pendekatan persuasif dan tepat sasaran kepada orang tua dan keluarga di lingkungan mereka,” katanya.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika keluarga menghadapi persoalan yang berkaitan dengan perilaku, emosi maupun hubungan anak dengan lingkungan sekitarnya.

Bekali Kader Cegah Perilaku Berisiko

Selain psikologi anak, kegiatan tersebut juga membekali kader dengan materi mengenai pencegahan perilaku seksual berisiko pada anak yang disampaikan oleh Yulisza Syahtiani, S.Pd., M.Si.

Materi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan keluarga dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada anak sejak dini.

Dengan memahami psikologi dan tahapan perkembangan anak, orang tua maupun kader diharapkan dapat memilih cara komunikasi yang sesuai ketika memberikan edukasi mengenai batasan diri, perlindungan dan perilaku yang aman.

Pendekatan edukasi juga diarahkan agar dilakukan secara proporsional dan sesuai usia anak sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami tanpa menimbulkan ketakutan maupun stigma.

104 Kader Jadi Agen Perubahan

Tihar berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti di ruang pelatihan.

Sebanyak 104 kader dari 13 kecamatan diharapkan dapat menerapkan pengetahuan tersebut ketika melakukan pendampingan dan edukasi kepada keluarga di wilayah masing-masing.

“Kami ingin kader harus dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang peran strategis PUSPAGA dalam mendukung ketahanan keluarga serta mengasah keterampilan komunikasi dan konseling dasar agar dapat melakukan pendekatan yang efektif kepada setiap keluarganya,” ungkap Tihar.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang tangguh.

Ketika orang tua memahami psikologi dan kebutuhan perkembangan anak, pola pengasuhan diharapkan menjadi lebih positif. Anak pun memiliki ruang yang lebih aman untuk tumbuh, berkomunikasi dan berkembang.

Melalui penguatan PUSPAGA, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun ekosistem keluarga yang sehat, harmonis dan ramah anak.

Sebab, memahami anak bukan hanya tentang mengetahui perilakunya, tetapi juga memahami apa yang sedang mereka rasakan, apa yang mereka butuhkan dan bagaimana keluarga dapat mendampingi mereka sesuai tahapan perkembangannya.
(ADV)

Pos terkait