Perisai Prabowo Sumut Dukung Langkah Presiden Prabowo Berantas Dugaan Penggembosan Pemerintahan

Sumatera Utara – Istana sedang diterpa badai yang cukup besar, yang siap mengemboskan dan menghancurkan pemerintahan yang sah dalam menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat. Publik tersentak hebat ketika Eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sederet perwira tinggi menyandang status tersangka dengan tuduhan sangat fatal, menyadap kepala negara, pejabat negara, tokoh politik, Ormas, LSM, pengusaha, Rabu (04/11/2026).

Peristiwa ini bukan sekedar pelanggaran hukum, melainkan sebuah pentas sebuah pengkhianatan terhadap kekuasaan yang sengaja menunggu momen tepat untuk dipertontonkan. Banyak berbagai opini bahwa presiden seolah olah didikte, pemerintah terkesan lamban, dan tidak berani berbuat apa – apa untuk kepentingan rakyat sejak Bapak Prabowo Subianto dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia, “ujar H. Hadi Siswanda Ketua DPW Perisai Prabowo Sumatera Utara.

Bacaan Lainnya

Sehingga terbangun kesan dimasyarakat pemerintahan berantakan, tidak kompeten, dan ditolak oleh masyarakat. Rentetan demontrasi dibingkai bukan sebagai gerakan yang murni, melainkan ketidakpuasan yang direkayasa. Dimana fungsinya menciptakan kegaduhan publik yang konstan. Serangan ini adalah eskalasi untuk menggerus legitimasi moral presiden.

Ketua DPW Perisai Prabowo Sumatera Utara, H. Hadi Siswanda mengatakan sementara penyadapan merupakan suatu hal pencurian di ruang tertutup, dimana para dalang memegang supremasi hukum. Terlebih hal ini dilakukan terhadap Presiden, sehingga Presiden dibuat tampak selalu selangkah lebih lambat dimana mereka mengetahui secara pasti apa yang sedang dipikirkan presiden, dan strategi apa yang sedang disiapkan istana dalam rangka upaya kebijakan reaktif yang selalu berhasil dipatahkan, sementara menimbulkan opini publik yang melihat pemerintah gagal dalam mengendalikan situasi keadaan.

Menurut Suhendri, SH Salah seorang pengurus DPW Perisai Prabowo Sumatera Utara Aksi penyadapan terhadap Presiden dan para pejabat sebuah hal blunder paling konyol dan menjadikan suatu pertanyaan besar, mungkinkah seorang perwira tinggi dimana mantan Kapolri melakukan tindakan penyadapan terhadap Presiden murni atas inisiatif nya sendiri. Dalam permainan catur, bidak tidak pernah bergerak tanpa intruksi seseorang. Selalu ada tangan pemain dibalik layar yang mengendalikan. Kegiatan operasi se berbahaya ini niscaya terdapat arsitek utama dan memberikan garansi kekuasaan mutlak dan bohir politik.

Dititik ini sang Presiden melakukan serangan balik. Penetapan tersangka terhadap para Jendral adalah serangan balik yang sangat nyata dilakukan Istana dalam melakukan perlawanan terhadap upaya Penggembosan Pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengambil sikap dan upaya nyata serangan balik yang paripurna, membalikkan opini serta narasi seorang pemimpin yang selama ini dianggap tersandera dan tidak bisa lepas dari jeratan kurungan menjadi seorang algojo yang memegang kendali penuh atas papan catur politik.

DPW Perisai Prabowo Sumatera Utara selalu mendukung penuh atas langkah dan upaya hukum yang dilakukan Presiden dalam memberantas aksi penggembosan pemerintahan yang ada. Bidak catur yang jatuh barulah permulaan puncak dari segala konspirasi yang telah membentuk sebuah gunung es. Jangan terburu-buru badai telah usai, sebuah daftar hitam berisi nama nama para ‘penggembosan pemerintahan’ diyakini masih tersimpan rapat. Langkah dan upaya selanjutnya yang dilakukan Presiden layak kita tunggu demi tercipta Negara Indonesia yang ber kedaulatan, menjadi Negara yang Makmur, Sejahtera, dan Mandiri.

Pos terkait