Ada Diskriminasi di Pekerjaan Pelebaran Jalan Sempu – Duku Kawung ?

KOTA SERANG – Penggalian bahu jalan pada pekerjaan pelebaran Jalan Sempu – Duku Kawung menyisakan berbagai persoalan, pengusaha atau pihak ke tiga dari PT Rafa Karya Indonesia (RKI) telah melakukan diskriminasi terhadap para pedagang yang ada di pinggir jalan yang terdampak pada galian tersebut.

Diskriminasi itu sangat kasatmata, dimana bahu jalan di semua toko di pinggir jalan yang terdampak akibat penggalian pelebaran jalan itu sudah selesai di gali, namun perlakuan istimewa terjadi di depan cafe Kopi-O! yang sama sekali tidak tersentuh penggalian sepanjang kurang lebih 100 m.

Read More

“Sudah hampir dua minggu pekerjaan penggalian pelebaran jalan ini di lakukan, kata mandornya, pembangunan pelebaran jalan ini akan memakan waktu selama 3 bulan,” kata Sunarto, salah seorang pedagang bakso tetelan yang terdampak dari penggalian pelebaran jalan Sempu – Duku Kawung, Selasa (02/08).

Sunarto juga mengakui bahwa, semenjak di mulainya penggalian pada pembangunan pelebaran jalan itu, sangat berdampak pada omset penjualannya yang turun drastis, bahkan, dua pekerjanya memilih libur karena omset penjualannya turun.

“Karena omset penjualan saya turun drastis, dua karyawan saya memilih libur, mungkin mereka tidak tega melihat pengeluaran lebih besar dari pemasukan,” ungkapnya.

Sunarto juga merasa heran, perlakuan istimewa kontraktor terhadap pemilik Cafe Kopi-O! dimana bahu jalan di depan cafe Kopi-O! tidak dilakukan penggalian, bahkan di lompat ataupun di lewati.

“Semua pemilik toko dan warung di sepanjang jalan ini, pengen di istimewakan seperti pemilik cafe Kopi-O!, namun Kita tidak ada koneksi dan kemampuan, sehingga kita harus menerima kenyataan,” ujarnya.

Informasi yang di himpun bantensatu.co.id mengatakan, perlakuan istimewa terhadap pimilik cafe kopi-O! itu karena, Iwan nama pemilik cafe kopi-O! itu merupakan konsultan pengawas pada pekerjaan pembangunan pelebaran jalan Sempu-Duku Kawung.

“Saya juga pernah nanya sama mandor pembangunan pelebaran jalan ini, kenapa bahu jalan di depan cafe kopi-O! tidak ikut di gali, jawabannya itu, karena pak Iwan, pemilik cafe kopi-O! merupakan konsultan pengawas pembangunan pelebaran jalan ini,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Hal yang sama juga dikatakan Anjas, salah seorang pedagang gordin yang juga tetdampak dari penggalian bahu jalan di pelebaran jalan Sempu – Duku Kawung. Anjas berharap pembangunan itu bisa cepat selesai dan keadaan berjalan normal seperti semula.

“Saya berharap pembangunan ini cepat selesai, karena biar bagaimanapun pembangunan jalan ini akan berdampak kepada pendapatan yang turun drastis, mudah-mudahan cepat selesai lah,” kata Anjas.

Sementara itu, Yogi, mandor pada pembangunan pelebaran jalan Sempu – Duku Kawung dari PT Rafa Karya Indonesia, ketika di konfirmasi di lokasi proyek tidak mau berkomentar.

“Jangan saya yang berkomentar pak, saya hanya bawahan, yang berhak memberikan komentar terkait adanya perlakuan istimewa terhadap pemilik cafe kopi-O! adalah atasan saya,” kata Yogi.

Hal yang sama juga dikatakan Maliki, salah seorang konsultan pengawas dari PT Alocita Mandiri, meskipun Maliki merasa aneh atas perlakuan istimewa yang di dapatkan oleh pemilik cafe kopi-O!.

“Itu nanti pasti digali, tapi kalau saya di tanya kenapa ada pengistimewaan terhadap pemilik cafe kopi-O!, saya tidak berwenang untuk menjawabnya, silahkan tanya langsung kepada kontraktornya,” ujar Maliki. Pes).

Related posts