Angin Kencang Terpa Lima Kecamatan di Kabupaten Pandeglang

koranbanten.com – Derasnya hujan si sertai angin kencang, beberapa rumah di lima kecamatan Kabupaten Pandeglang rusak parah, kamis (14/11)

Dari hasil data yang telah dihimpun, satu rumah tertimpa pohon di Kampung Dahu, Desa Dahu, Kecamatan Cikedal. Kemudian empat rumah rusak di Kecamatan Cisata, ada beberapa rumah lainnya yang berada di kampung cigondang kecamatan Labuan milik Sumaah (56) mengalami kerusakan, Kemudian rumah milik Uci Sanusi (56) yang di huni oleh empat orang terletak di Desa Kadudampit, Kecamatan Saketi mengalami rusak parah akibat tertimpah pohon bambu, dan satu rumah ambruk di kampung Parigi, Desa Mekarjaya Kecamatan Mekarjaya.

Read More

Menurut Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana menjelaskan, musibah angin puting beliung di lima kecamatan mengalami kerugian yang cukup besar
” Hasil informasi sementara yang di dapat, lima Kecamatan yang terdampak angin puting beliung. Sementara untuk jumlah rumah yang mengalami kerusakan masih kita dalami, karena masih mencari kebenarannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kerusakan yang paling parah terjadi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Mekarjaya. Sebab salah satu rumah warga ambruk, kemudian rumah milik Uci Sanusi (56) juga mengalami kerusakan yang cukup parah, karena tertimpa beberapa pohon bambu.

“Kalau yang paling parah memang terjadi di Kampung Parigi yang betul-betul ambruk, ada juga yang tertimpa pohon bambu di Kecamatan Saketi. Sementara untuk empat rumah yang di Kecamatan Cisata masih kita didalami kebenarannya, menurut informasi ada di dua desa, Desa Cibarani dan Desa Cisereh,” ucapnya.

Namun untuk jumlah kerugian yang ditaksir, kata Ade, bernilai variatif, karena beberapa mengalami rusak berat, dan rusak ringan, dirinya memastikan kerugian yang diterima para korban angin puting beliung tersebut bisa mencapai puluhan juta rupiah.

“Kalau untuk masing-masing korban yang terkena dampak angin puting beliung memang belum bisa ditaksir, tapi kalau untuk rumah tertimpa pohon bambu mencapai Rp 30 juta. Hanya itu yang baru di ketahui, untuk yang lainnya masih kita dalami lagi informasinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Surya Darmawan membenarkan adanya peristiwa tersebut dan banyaknya rumah milik warga yang rusak di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang.
“Iya ada. Data yang baru masuk ke saya hanya empat lokasi, yaitu, Kecamatan Koroncong, Pulosari, Saketi, Cikedal. Untuk sementara masih didata oleh Pusdalops,” singkatnya. (Asp)

Related posts