Bapas Kelas I Padang Teguhkan Komitmen Zero Risiko dan Zero Pelanggaran Melalui Apel Penguatan Disiplin Pegawai

KORANBANTEN.COM- – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Padang melaksanakan apel penguatan disiplin sebagai bagian dari upaya membangun Pemasyarakatan yang zero risiko dan zero pelanggaran. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas, kedisiplinan, serta profesionalisme seluruh pegawai di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat.

Melalui apel ini, Bapas Kelas I Padang menegaskan komitmennya dalam menegakkan tata tertib, meningkatkan kinerja, serta menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, apel menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya kehadiran tepat waktu, kepatuhan terhadap aturan, serta penggunaan atribut pakaian dinas secara lengkap dan rapi sebagai cerminan profesionalisme aparatur. Hal ini tercermin dari kesiapan seluruh pegawai yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan disiplin.

Kepala Bapas Kelas I Padang, Enjat Lukmanul Hakim, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan disiplin internal, ketertiban, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa setiap pegawai harus menjunjung tinggi integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Disiplin adalah fondasi utama dalam membangun integritas. Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga komitmen, menegakkan kedisiplinan, mematuhi aturan, serta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkotika. Mari kita wujudkan Pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas,” tegasnya.

Sebagai bentuk nyata, jajaran pegawai Bapas Kelas I Padang juga menggagas jargon serta kampanye melalui media sosial dalam rangka memperkuat upaya preventif terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Langkah ini sejalan dengan kebijakan zero tolerance terhadap narkoba serta dukungan terhadap program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).(Red).

Pos terkait