Koranbanten.com-Di balik tembok kokoh dan jeruji besi, lantunan shalawat menggema. Suasana Rutan Kelas IIB Serang yang sehari-hari lekat dengan rutinitas pembinaan, hari ini berubah menjadi tempat perenungan dan penguatan iman. Sabtu, 29/09/2026.
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, seluruh warga binaan bersama jajaran petugas Rutan Kelas IIB Serang mengikuti kegiatan keagamaan dengan penuh khidmat.
Di tengah keterbatasan ruang gerak, mereka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Rangga Permata selaku kepala Rutan mengaku sangat senang bisa melaksanakan kegiatan peringatan ini bersama dengan seluruh warga binaan.
” Kita sangat senang melaksanakan kegiatan ini bersama warga binaan, diharapkan juga bisa membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh warga binaan guna menjaga keamanan ketertiban serta terlaksananya program pembinaan yang efektif “. Terangnya.
Bagi sebagian orang, Maulid mungkin hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana, peringatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Sebab di balik setiap jeruji, ada manusia yang sedang belajar berdamai dengan masa lalu.
Ada yang merindukan orang tua. Ada yang menunggu kepulangan untuk bertemu istri dan anak. Ada pula yang setiap hari berusaha menata kembali hidupnya setelah kesalahan mengantarkan mereka ke tempat ini.
Rutan Kelas IIB Serang menghadirkan Ustaz M. Ali dari Lebak dan Ustaz Asep Saefulloh dari Tanjung Priuk untuk memberikan tausiah kepada seluruh warga binaan dan petugas.
Pesan yang disampaikan sederhana, namun dalam: jangan berhenti berharap hanya karena sedang berada dalam keadaan sulit.
Musibah tidak selalu berarti akhir. Ujian tidak selalu berarti hukuman. Terkadang, sesuatu yang terasa paling berat justru menjadi cara Allah SWT untuk menghentikan langkah seseorang sejenak, agar ia memiliki kesempatan untuk melihat kembali jalan hidup yang telah dilaluinya.(Red).





