Dimasa Pandemi, Warga Jepara Masih Gelar Pentas Seni

KORANBANTEN.COM-Pembatasan bersosialisasi dimasa pandemi nampaknya belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat. Lantaran, masih ada yang masih nekat menggelar pentas musik yang dihadiri orang banyak.

Pentas musik di dilangsungkan dalam hajatan seorang warga di desa Sumosari Batealit, Kabupaten Jepara, Jateng, Minggu (8/11) sangat disayangkan. Peristiwa ini terjadi Minggu siang (8/11) dalam resepsi pernikahan seorahg warga desa Sumosari.

Read More

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara Abdul Syukur berharap, kita bersama tetap bisa  mengendalikan diri. “Manfaatkan dengan bijaksana  pelonggaran kegiatan masyarakat termasuk pentas musik  yang telah diberikan berdasarkan Peraturan Bupati no 52 tahun 2020,” ujar Abdul Syukur ketika diminta tanggapannya terkait dengan pentas tersebut Senin, (9/11) pagi, seperti dikutip suarabaru.id grup siberindo.co.

Harapan kami semua fihak memahami, bahwa peraturan itu hakekatnya adalah untuk melindungi warga masyarakat dari penyebaran Covid-19. “Jadi sebenarnya untuk melindungi kita, keluarga, teman dan masyarakat,” ujar Abdul Syukur.

Menurut Abdul Syukur, kegiatan semacam itu dipastikan tidak atas rekomendasi atau ijin dari Satgas Desa maupun Kecamatan Batealit. “Sebab dalam peraturan bupati sudah disebutkan tentang persyaratan pentas yang diperbolehkan mulai tinggi panggung, tempat  dan  jam pertunjukan,” ujarnya.

Saya sudah minta informasi Camat Batealit terkait dengan pentas tersebut, mulai siapa yang punya kerja hingga grup musik yang pentas.Tentu harus diberikan pembinaan, ” tambah  Abdul Syukur.

Sementara itu juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara Muh Ali, berdasarkan peraturan bupati, ketentuan pentas terbatas itu telah dirinci. “Salah satunya adalah tidak untuk umum, tempat diberi batas dan ada  jarak yang harus ditaati,” ujar Muh Ali.

Harapan kami, walaupun telah dilongggarkan masyarakat bersedia untuk menjalankan dengan sebaik-baiknya. “Bersadarkan pengalaman daerah lain, bisa saja status risiko kita yang sudah membaik  kembali menjadi  merah, jika kita tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Oleh sebab itu harapakan kami masyarakat bersedia mentaati protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam beraktivitas. “Memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan dan mencuci tangan adalah salah satu cara untuk melindungi diri kita sendiri dan keluarga. Itu menjadi kebutuhan kita bersama dalam melawan penyebaran covid-19,” ujar Muh Ali.

Apalagi di Batealit adalah salah satu wilayah yang tingkat penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Dari data yang ada, tercatat di wilayah ini terdapat 127 kasus, dan 8 orang dinyatakan meninggal dunia serta 15 orang masih menjalani isolasi. (Yud)

Related posts