LEBAK – Berkurangnya anggaran tidak berarti berkurangnya semangat atau aktivitas. Akan selalu ada jalan untuk berbuat baik, apalagi menyangkut kepentingan umum. Hasil kerja atau hasil karya Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Kabupaten Lebak bukan berbentuk fisik, melainkan nonfisik, tidak kelihatan, tetapi mungkin bisa dirasakan, berupa kerukunan, kedamaian, dan toleransi. Sekecil apa pun, rasanya, FKUB Lebak sudah berbuat, meski belum maksimal, dan belum terasa hadir secara signifikan di tengah-tengah masyarakat.
Ketua FKUB Lebak, Drs. H. Zubaedy Haerudin mengungkapkan hal itu, di Kantor FKUB Lebak, menjelang rapat penyusunan kegiatan untuk tahun 2027, Rabu (30/09/26). “Kami akan berkumpul, bermusyawarah,” kata Ketua FKUB.
Serangkaian kegiatan, yang direncanakan, kata Ketua FKUB Lebak lagi, antara lain, sosialisasi PBM 2006 dan Perbup Lebak 2023 di 28 kecamatan, penulisan buku sebagai tradisi tahunan FKUB, studi banding, FKUB Goes to SMA/SMK/Aliyah, melengkapi kebutuhan sekretariat FKUB, kerja sama dengan media massa cetak dan elektronik dalam teras acara talkshow (gelar wicara), dan bentuk publikasi lainnya.
Serangkaian kegiatan itu, diakui Bendahara FKUB Lebak, Drs. H. Ade Muslih, memang memerlukan anggaran yang cukup. Sumber utama anggaran dari APBD. “Anggaran untuk tahun 2027, semoga lebih ‘gemuk’, lebih leluasa untuk serangkaian kegiatan yang kami rancang,” kata Ade Muslih.
APBD dan Kerja Sama
FKUB Lebak sedang mempertimbangkan pula ber-audience dengan DPRD Lebak dan Pemkab Lebak, terkait dengan anggaran dimaksud. “Tahun 2026, terus terang saja, anggaran bersumber dari APBD sebesar Rp50 juta,” kata Ade Muslih pula. “Semoga, tahun ini bertambah,” kata Ade Muslih pula.
Untuk anggaran, diakui Ade Muslih pula, FKUB Lebak tidak menutup kemungkinan bekereja sama dengan pihak lain, sepanjang halal dan relevan. FKUB pernah bekerja sama menerbitkan buku kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lebak dengan pribadi Penjabat Bupati Lebak, Iwan Kurniawan, S.T., M.M.,tahun 2024.
FKUB pun bekerja sama menerbitkan buku yang serupa dengan Citra Maja City (CMC) tahun 2025. |“Bukan saja penerbitan buku, kegiatan lain yang bertemakan kerukunan antarumat beragama bisa ditempuh melalui kerja sama,” kata Ade Muslih pula. “FKUB, PWI Lebak, dan Multatuli FM beberapa kali bekerja sama berupa talkshow kerukunan antarumat beragama, beberapa kali,” kata Ade Muslih pula.
Tetap Mendukung Lebak RUHAY
Aktivitas FKUB Lebak mengacu pada visi dan misi Kabupaten Lebak, dan tentu tetap mendukung pembangunan Kabupaten Lebak, baik fisik maupun psikis. FKUB Lebak tidak bergerak dalam pembangunan fisik seperti jalan atau jembatan, tetapi bergerak dalam pembangunan psikis seperti pencerahan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan kerukunan antarumat beragama.
Lebak RUHAY, akronim dari (R)ukun, (U)nggul, (H)egar, (A)man, (Y)akin. FKUB Lebak bergerak di sektor (R)ukun, maksudnya, kerukunan antarumat beragama, sesuai dengan namanya, FKUB.
Kalau FKUB Lebak belum maksimal ikut terlibat dalam pembangunan Lebak RUHAY, karena memang harus menghadapi berbagai keterbatasan-keterbatasan, meliputi sumber daya insani, sarana pendukung, juga terutama ketersediaan anggaran. “Kami tetap bergerak, meski dengan dana yang terbatas,” kata Ketua FKUB. (Dean Al-Gamereau).





