Gubernur Banten Mendukung exit Tol Pagelaran Guna Meningkatkan Kemajuan Ekonomi Masyarakat

KORANBANTEN.COM- Gubernur Banten Wahidin Halim sangat mendukung pembangunan exit tol Serang – Panimbang yang ada di Pagelaran. Namun, exit tol Pagelaran dikabarkan sempat terhambat karena status jalan masih milik Desa. “Kami sangat mendukung pembangunan exit tol yang berada di Pagelaran, karena dampak ekonomi masyarakat harus hidup disana,”kata Wahidin saat Rapat Koordinasi Pembangunan Strategis Nasional (PSN) di Pendopo Provinsi Banten, Rabu (23/10).

Menurut WH, ketika jalan tol dibangun justru banyak masyarakat yang tidak mendapatkan keuntungan. “Konsep jalan tol tersebut harus menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar, karena itu exit tol sangat penting. Jangan hanya melihat kepentingan pengusaha saja, tapi kepentingan masyarakat harus diutamakan,” ujar WH.

Read More

Dengan tegasnya Bupati Pandeglang Irna Narulita memaparkan betapa pentingnya exit tol dan rest area guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, saya (Irna) mempertahankan agar exit tol di Kecamatan Pagelaran dapat dilaksanakan. “Jika memang persoalan hanya status jalan, kita akan tingkatkan menjadi jalan Kabupaten dan untuk lahan rest area walaupun itu berada diatas kawasan pangan berkelanjutan, sebenarnya boleh saja dilakukan selama untuk kepentingan masyarakat banyak, kami harus menyiapkan lahan penggantinya,” tegas Irna

Irna menambahkan, akan pentingnya exit tol di Pagelaran, diterima dan diamini oleh Gubernur Banten.”Inilah harapan masyarakat banyak, karena dengan hadirnya exit tol disana (Pagelaran) akan hadir pangan lokal yang akan dipasarkan disana, saya harap exit tol Pagelaran bisa direspon,” terang Irna.

Sementara Itu Mulyana dari Wijaya Karya (Wika) Serang – Panimbang, membebarkan jika salah satu kendala yang menghambat, sehingga gagalnya pembuatan exsit tol Pagelaran hanyalah status jalan.”Jika tadi statusnya akan dinaikan, kita akan koordinasi kembali dengan PUPR, sambil kita lihat perkembangan supaya nilai manfaatnya bisa ketemu,” ujar Mulyana ditemui usai acara.

Dikatakan Mulyana, alasan mengapa status jalan Desa itu menghambat, lantaran dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan tol.”Khawatir para pengguna jalan tol ini kenyamanan nya terganggu karena saat exit tol ko jalan nya begini, makanya harus ada peningkatan status jalannya,”pungkasnya.(Asep)

Related posts