KORANBANTEN.COM-Harga gabah basah hasil panen ditingkat petani di Kabupaten Lebak, Banten menembus Rp7.000 perkilogram (kg) atau di atas harga patokan pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.
“Kita merasa senang harga gabah basah hasil panen relatif baik hingga di atas HPP Rp6.500/kg,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak, Ruhiana, Selasa(10/02/2026).
Kenaikkan harga gabah basah ditingkat petani, karena harga beras di pasaran juga naik hingga di tingkat pedagang pengecer Rp13.500/ kg.
Mereka petani di sini panen awal 2026 menguntungkan , karena produktivtasnya rata-rata 6 ton gabah basah per hektare.
Para petani di wilayahnya sebanyak 200 orang dengan lahan sawah baku seluas 250 hektare dan dipastikan bisa menghasilkan ekonomi Rp42 juta/hektare jika harga gabah basah Rp7.000/kg dengan produktivitas 6 ton/hektare.
“Pendapatan Rp42 juta itu dipotong biaya pengelolaan produksi Rp12 juta, sehingga petani bisa meraup keuntungan Rp30 juta/hektare,”ucap Ruhiana.
Misbah (60) seorang petani Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa gembira harga gabah basah hasil panen ditampung pabrik penggilingan padi Rp7.000/kg.
“Kami bersyukur panen padi bisa menjual 6 ton gabah basah dengan harga Rp7.000/kg, sehingga bisa menghasilkan Rp42 juta/hektare dan meraup keuntungan bersih Rp30 juta,” kata Misbah.
Samsudin (60) pemilik penggilingan di Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya menampung gabah basah dari petani dengan harga Rp7.000 per kilogram dari sebelumnya Rp6.500 per kg.
Melonjaknya harga gabah dipicu naiknya harga beras di pasaran hingga harga eceran tertinggi (HET) Rp13.500 per kg.
“Kami sendiri memasok beras dengan harga Rp13.500 per kg hingga 30 ton per bulan ke Pasar Tradisional Rangkasbitung dan Maja,” kata Samsudin.
Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan panen padi di daerah ini dari Februari sampai Maret 2026 mencapai 21.014 hektare sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah itu.
“Kami minta petani yang sudah panen agar kembali melakukan gerakan percepatan tanam guna mendukung swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.(Fahdi Khalid).





