KORANBANTEN.COM- Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan “Ramadan Momentum Hijrah Diri”, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten menggelar Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diikuti oleh 15 UPT Pemasyarakatan se-Banten. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian berbasis spiritual yang dirancang untuk memperkuat transformasi batin Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Pelaksanaan MTQ berlangsung khidmat dan penuh penghayatan. Para qari dan qariah terbaik yang telah melalui proses seleksi internal di masing-masing UPT tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan, mencerminkan kesungguhan proses pembinaan yang berjalan secara konsisten di lingkungan pemasyarakatan. Kompetisi tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang aktualisasi diri serta penguatan mental spiritual bagi para WBP.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Ahmad Hardi, menyampaikan bahwa partisipasi penuh dari 15 UPT menjadi indikator keberhasilan pembinaan yang terintegrasi. “MTQ ini bukan sekadar lomba, tetapi wujud nyata pembinaan berkelanjutan. Kami ingin membangun kepercayaan diri WBP sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dari sini, proses hijrah diri itu dimulai dan diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten, Muhammad Ali Syeh Banna, menegaskan bahwa Ramadan harus dimaknai sebagai ruang transformasi. “Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi tentang membangun kembali jati diri. Melalui MTQ ini, kita melihat semangat perubahan itu tumbuh. Inilah esensi pembinaan: menyentuh hati, membentuk karakter, dan menyiapkan mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” tegasnya.
Melalui penyelenggaraan MTQ antar-UPT ini, Kanwil Ditjenpas Banten meneguhkan komitmennya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang humanis, religius, dan progresif. Ramadan bukan hanya menjadi agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai spiritual yang berdampak nyata dalam perjalanan hijrah diri setiap WBP.(Red).





