Jumlah Keluarga Miskin di Lebak Naik

KORANBANTEN.COM–Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak, memperkirakan jumlah keluarga miskin bertambah tahun ini. Meski belum dipastikan angkanya, akan tetapi, penambahan angka kemiskinan akibat dampak Covid-19 itu tidak jauh dari yang dirilis BPS Provinsi Banten.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Lebak Ai Budiman mengatakan, pihaknya masih melakukan pengelolaan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenans), sehingga targetnya baru bisa dirilis pada awal Agustus tahun ini.

Read More

Ai mengasumsikan, jumlah keluarga miskin naik dari 8,3 persen menjadi 9 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 1,3 juta jiwa. Peningkatan jumlah keluarga miskin ini disebabkan daya beli masyarakat yang turun sejak awal tahun 2020,”kata Ai kepada wartawan, Rabu(22/7).

“Semua finansial, pekerjaan masyarakat terganggu, yang bekerja juga ruang geraknya terbatasi, sehingga daya belinya menurun,”tambahnya.

Meskipun ada bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah untuk warga yang terdampak, tetapi menurutnya hal itu tidak memengaruhi daya beli masyarakat.

“Bantuan itu kan sifatnya sementara atau hanya sebatas bertahan hidup, bukan untuk usaha sehingga tidak merubah kemiskinan,”ujar Ai.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Ekà Darmana Putra juga memastikan akan ada kenaikan dampak Covid-19 ini. Untuk memastikan hal itu pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas sektor, seperti BPS dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lebak.

“Ia pasti ada kenaikan, sementara ini angkanya belum dapat dilihat karena kita masih sibuk penanganan. Sekarang jumlah keluarga miskin (di Lebak) mencapai 107.930 jiwa dari 1,3 juta jiwa,” tegasnya.(Yudi).

Related posts