Kemensos Bekali KPM PENA Pelatihan Menjahit Hingga Pengelolaan Keuangan

Pulau Bali dikenal dengan daerah wisata yang terdiri dari pulau-pulau kecil di sekitarnya. Karangasem merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Bali yang letaknya berada paling timur, berjarak kurang lebih 76 km dari pusat Kota Denpasar.

 
Kabupaten ini dijuluki sebagai Mutiara dari Timur yang diharapkan dapat menjadi daerah pertumbuhan baru di Bali, salah satunya dalam hal industri kecil. 
 
Upaya ini sejalan dengan program pemberdayaan Kementerian Sosial melalui Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena) untuk membangun jiwa kewirausahaan, meningkatkan kemampuan berwirausaha keluarga miskin, kelompok rentan, kelompok terpencil, dan/atau korban bencana. Melalui program ini, Kemensos mendukung pertumbuhan industri kecil di Bali dan memberikan kesempatan usaha bagi Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial.
 
Kementerian Sosial memberikan pelatihan pemberdayaan masyarakat berupa pembuatan slipper hotel kepada 20 orang KPM Pena yang berasal dari Kelurahan Bukit, Karangasem dan Tumbu.
 
Mensos Tri Rismaharini Selasa (26/3) melihat secara langsung proses pembuatan slipper hotel. Mensos mengatakan, beberapa hasil slipper hotel sudah rapi namun hanya kurang cepat. Kecepatan dalam produksi menjadi hal penting karena berpengaruh dengan penghasilan yang didapatkan. Namun Mensos memaklumi karena ini hari pertama diadakan pelatihan. 
 
“Bukan hanya rapi saja tapi juga harus cepat. Produknya sudah rapi hanya butuh kecepatan ibu-ibu dan itu bisa dilatih terus. Kalau produksinya kita sedikit, kita ngerjakan lambat maka keuntungan kita juga sedikit, jadi yang perlu kita kejar kecepatan dalam memproduksi,” kata Mensos
 
Ni Wayan Seryani (40) salah satu peserta yang berasal dari Kelurahan Tumbu menanyakan kepada Mensos Risma bagaimana kelanjuatannya nanti setelah pelatihan. Mensos menyampaikan bahwa akan membantu sampai pada pemasaran. “Jadi ibu-ibu nggak usah mikir. Saya ngga mungkin sekedar melatih saja, nanti kita bantu sampai ibu bisa produksi dan akan kita kawal sampai pemasarannya,” jawab Mensos Risma.
 
Mensos juga mengatakan akan melatih pengelolaan keuangan nantinya jika sudah mendapatkan penghasilan agar dapat dikelola dengan baik.
 
Witrove, merupakan salah satu produk kerajinan eceng gondok yang dibuat oleh Wiwit Manfaati selaku owner yang telah menjual produknya sampai ke mancanegara, yang kemudian juga menjadi praktisi dalam pelatihan ini.
 
Pelatihan diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) selama tiga  hari dari 25 s.d 27 Maret 2024 bertempat di Gedung Serba Guna, Desa Tumbu, Karangasem.(uly)

Pos terkait