Kumala PW Rangkasbitung Gelar Kajian Pendidikan Wirausaha Muda

KORANBANTEN.COM – Wabah virus corona atau COVID-19 telah banyak membuat ekonomi sejumlah negara mengalami tekanan, tanpa terkecuali Indonesia terlihat dengan banyaknya sektor usaha yang terpaksa merumahkan pekerjanya.

Terkait dengan kondisi tersebut, pemerintah Indonesia secara berkesinambungan telah mengeluarkan berbagai kebijakan dengan tujuan untuk meringankan beban sektor usaha akibat wabah virus corona (COVID-19).

Bacaan Lainnya

Kalangan usaha muda termasuk Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) Pw Rangkasbitung yang juga mengalami dampak dari COVID-19. Tatkala sedang merintis usaha kemudian hari wabah membuat banyak dari mereka yang harus segera beradaptasi agar tidak ikut ke dalam pusaran krisis ekonomi.

Osep Mulyawan Karis, Ketua BPC HIPMI Lebak sekaligus narasumber menjelaskan, Kehadiran wirausahawan muda ini memiliki peranan penting untuk mengatasi dampak ekonomi dari virus COVID-19 terhadap laju perekonomian nasional.

Terkait hal itu Kumala PW Rangkasbitung belum lama ini menyelenggarakan bincang-bincang untuk mencari solusi di bidang bisnis di tengah tekanan akibat pandemi.

Acara yang dihadiri sejumlah anggota Kumala yang memiliki giat usaha yang tergabung dalam departemen BUMK terutama dua Komisariat antara Setia Budhi dengan La Tansa Mashiro dengan memiliki produk olahan makanan ringan seperti keripik pisang yang di kemas dengan sistem packaging.

“Semangat kewirausahaan muda di Indonesia tumbuh subur, ada keinginan yang sangat besar dari kaum muda di Indonesia untuk mempunyai usaha sendiri dan berkontribusi bagi perekonomian nasional khususnya daerah Kabupaten Lebak”, Kata Osep Mulyawan Karis, Sebagai Ketua BPC HIPMI Lebak dalam penjelasannya, Rabu, (17/02/2021).

Osep melanjutkan, Meskipun COVID-19 memiliki dampak yang signifikan bagi para wirausahawan muda, mereka dapat bangkit kembali lebih cepat dengan dukungan kuat yang ditargetkan untuk membantu mereka tumbuh di saat krisis seperti sekarang.

“Salah satu caranya adalah dengan mulai beradaptasi dengan menggunakan sistem dropshipper, pesatnya pertumbuhan teknologi komunikasi, menjadikan cara berinteraksi masyarakat semakin mudah. Perkembangan ini memicu pergeseran cara bertransaksi masyarat, dari metode konvensional menuju ke arah perdagangan digital,” terang Osep.

“Uang dan peluang akan selalu ada selagi dunia ada, tetapi prioritas mengalami perubahan, jadi harus menyesuaikan model bisnis,” tegas Osep diakhir perbincangan.

(Usep).

Pos terkait